Pemprov Jabar Targetkan Investasi Rp117,6 Triliun di WJIS 2024
Pemerintah Provinsi Jawa Barat targetkan investasi sekitar Rp117,6 triliun di West Java Investment Summit (WJIS) 2024, yang akan dilaksanakan di Trans Convention Hall, Kota Bandung, pada Kamis 19 September 2024.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Pemerintah Provinsi Jawa Barat targetkan Investasi sekitar Rp117,6 triliun di West Java Investment Summit (WJIS) 2024, yang akan dilaksanakan di Trans Convention Hall, Kota Bandung, pada Kamis 19 September 2024.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jawa Barat Nining Yuliastiani menuturkan, ada 210 proyek investasi yang ditawarkan, dengan rincian 170 proyek potensial dan 40 proyek ready to offer, kepada 10 negara yang telah terkonfirmasi ambil bagian pada WJIS 2024 ini.
"Bedanya dari sebelumnya, sekarang dalam mendukung pembangunan Jabar kegiatan strategis, kami menawarkan tidak saja ready to offer 40 project investment tapi memberikan informasi investasi sebanyak 170 investment potential di Jabar," kata Nining di acara Bewara Jawa Barat (BEJA) Volume 10 bertajuk WJIS 2024 di Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa 17 September 2024.
Sementara Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Muslimin Anwar mengungkapkan, kegiatan WJIS 2024 harus didukung penuh karena selain memiliki nilai investasi yang besar, mencapai Rp117,6 triliun.
Tetapi juga ada tantangan investasi bagi 27 kota/kabupaten, yang harapannya pemerintah daerah dapat menggali potensi mereka untuk ditawarkan kepada investor.
Sehingga nantinya, akan berdampak dengan terjaganya stabilitas ekonomi di Jabar.
Apalagi pada tahun ini Bank Indonesia harus menjamin pertumbuhan ekonomi di Jawa Barat, dapat tetap sasaran dalam rentang 4,6-5,4 persen tahun ini dan 4,7 dan 5,5 persen pada tahun depan.
"Maka akselerasi realisasi investasi perlu ditingkatkan. WJIS salah satu sarana untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi ke depan yang sudah diproyeksikan dan menjamin stabilitas makro ekonomi," ucapnya.
"BI ingin menjamin iklim investasi di Jabar kondusif. Menjaga nilai rupiah, inflasi terkendali, suku bunga yang kondusif. Persepsi tentang ekonomi Indonesia sangat penting karena investor ingin ada stabilitas," imbuhnya. ***
Editor : JakaPermana

