Yudi Guntara Minta Persib Tiru Klub Besar Asia
Legenda Persib, Yudi Guntara memiliki permintaan kepada tim kebanggaannya dalam menghadapi musim 2026/2027. Yakni meniru klub-klub besar Asia.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - legenda Persib, Yudi Guntara memiliki permintaan kepada tim kebanggaannya dalam menghadapi musim 2026/2027. Yakni meniru klub-klub besar Asia.
Mantan pemain Persib era 90an ini memastikan tidak mudah bagi asuhan Igor Tolic dalam mengarungi kompetisi musim depan. Sebab jumlah pertandingan semakin banyak.
Selain Liga 1 Indonesia yakni Super League dan AFC Champions League (ACL) Two, Persib akan menjalani ASEAN Club Championship (ACC) Shopee Cup.
Tidak hanya itu, turnamen pramusim bertajuk Piala Presiden pun rencananya akan kembali digulirkan. Termasuk Piala Indonesia yang selama ini sudah cukup lama vakum.
“Menurut saya, musim 2026/2027 akan menjadi salah satu musim terberat dalam sejarah Persib karena harus tampil di Super League, Piala Indonesia, ACL Two, dan ASEAN Club Championship. Kondisi ini mengharuskan Persib memiliki dua hal utama, yaitu kualitas skuat yang merata dan manajemen tim yang sangat profesional,” ujar Yudi, Rabu (24/6/2026).
Yudi melihat pada musim lalu, Persib masih bisa mengandalkan 14 hingga 16 pemain inti dalam setiap pertandingan yang dijalani.
“Musim depan, Persib harus memiliki minimal 22 sampai 25 pemain yang siap bermain kapan saja. Tidak mungkin seluruh kompetisi dijalani dengan pemain yang sama karena risiko cedera dan kelelahan sangat tinggi,” tuturnya.
Karena itu, pemain yang turut mengantarkan Persib juara Liga pertama pada musim 1994/1995 ini meminta tim kebanggaannya ini belajar kepada klub-klub besar Asia.
“Seperti di Jepang, Korea Selatan, maupun Thailand yang sukses karena memiliki kedalaman skuat yang sangat baik. Rotasi pemain bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan,” tegasnya.
Selain itu, lanjutnya, manajemen Persib juga harus memperkuat beberapa aspek seperti tim sport science, tim medis dan rehabilitasi, analisis performa pemain, program recovery pasca pertandingan hingga rotasi perjalanan dan jadwal latihan,” pungkasnya.***
Editor : JakaPermana

