Zulhas Pastikan Stok Pangan Aman Meski Tanpa Impor, Distribusi ke Wilayah Bencana Dijamin

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) memastikan, ketahanan pangan nasional berada dalam kondisi aman hingga akhir tahun 2025. Kepastian itu berlaku secara nasional, termasuk bagi wilayah yang tengah dilanda bencana di Aceh serta sejumlah daerah di Sumatera.

Zulhas Pastikan Stok Pangan Aman Meski Tanpa Impor, Distribusi ke Wilayah Bencana Dijamin
Zulhas menegaskan, Indonesia kini berada pada posisi yang relatif kuat dari sisi cadangan beras, meskipun pemerintah tidak lagi melakukan impor.

INILAHKORAN.ID - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) memastikan, ketahanan pangan nasional berada dalam kondisi aman hingga akhir tahun 2025. Kepastian itu berlaku secara nasional, termasuk bagi wilayah yang tengah dilanda bencana di Aceh serta sejumlah daerah di Sumatera.

Zulhas menegaskan, Indonesia kini berada pada posisi yang relatif kuat dari sisi cadangan beras, meskipun pemerintah tidak lagi melakukan impor.

"stok pangan aman, beras kita aman, meskipun sudah tidak impor," ujar Zulhas di Gedung Sate, Rabu 17 Desember 2025.

Ia mengungkapkan, ketersediaan beras di Gudang Bulog saat ini mencapai 3,7 juta ton. Angka tersebut bahkan ditopang oleh surplus produksi nasional yang mencapai sekitar 4,7 juta ton.

"Stok pangan aman, beras kita aman, meskipun sudah tidak impor," ucapnya.

Dengan kondisi tersebut, pemerintah memastikan distribusi pangan ke daerah terdampak bencana di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh tidak mengalami kendala.

"Sekarang yang sudah dikirim ke daerah bencana lebih dari 30 ribu ton, aman untuk beras," katanya.

Tak hanya mengandalkan cadangan logistik, pemerintah pusat juga memperkuat respons kemanusiaan melalui penyediaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tanggap Darurat di wilayah bencana.

Zulhas menyebut, saat ini telah disiapkan sebanyak 145 dapur SPPG. Rinciannya, 29 dapur di Sumatera Utara, 110 dapur di Aceh, dan 6 dapur di Sumatera Barat.

Langkah tersebut, menurutnya, menjadi bagian dari strategi pemerintah memastikan kebutuhan pangan dan gizi masyarakat terdampak bencana tetap terpenuhi, sekaligus menjaga stabilitas pasokan nasional di tengah tekanan cuaca ekstrem. 


Editor : Doni Ramdhani