1.000 Langkah untuk Pemilu 2019 Sehat

INILAH, Bogor - Indonesia Youth Community menggelar Indonesia Youth Festival dengan tema 1.000 Langkah Jalan Sehat untuk Menuju Pemilu Sehat.

1.000 Langkah untuk Pemilu 2019 Sehat
Ilustrasi

INILAH, Bogor - Indonesia Youth Community menggelar Indonesia Youth Festival dengan tema 1.000 Langkah Jalan Sehat untuk Menuju Pemilu Sehat.

 

Berlokasi di Taman Heulang, Kecamatan Tanah Sareal pada Sabtu (30/3/2019) pagi. Acara yang dihadiri ribuan warga tersebut bertujuan agar pemilu 2019 menjadi pemilu tanpa Hoax dan Ujaran Kebencian.

Acara Indonesia Youth Festival ini juga dimeriahkan oleh musisi juga artis nasional di antaranya Fade2Black dan Angel Percussion. Acara ini juga mengajak masyarakat berjalan 1.000 langkah agar tetap sehat dan kuat serta masyarakat tertarik untuk ikut memeriahkan Pemulihan Umum (Pemilu) 2019.

Ketua Panitia Indonesia Youth Festival, Twedy Ginting mengatakan, Indonesia Youth Festival ini sesuai dengan tema yang diusung, berharap Pemilu 2019 ini tanpa hoaks dan tanpa ujaran kebencian.

"Jalan sehat ini tadinya hanya target 1.000 orang, karena 1.000 langkah jalan sehat. Tapi ternyata pas kami cek ke registrasi, mencapai 2.415 orang yang ikut jalan sehat," ungkapnya.

Twedy juga menjelaskan, tujuan lainnya dari jalan sehat ini untuk mengambil suara-suara yang belum menentukan pilihan di pemilu 2019, khususnya suara generasi milenial. Karena itu, sebelum acara dibuka registrasi di mal-mal Kota Bogor dan terpenting tempat tidak berbau politik.

"Jadi kami bersyukur, ternyata jalan sehat ini berjalan dengan lancar dan pesertanya melebihi target. Jadi, terima kasih kepada panitia juga yang sudah berkontribusi banyak," tambahnya.

Sementara itu, tokoh muda nasional, Meutya Hafid mengatakan, Pemilu 2019 harus berjalan damai sehingga pemilu sehat. Dia menilai terungkapnya money politic belakangan ini harusnya menjadi tugas atau pekerjaan rumah bagi masing-masing tim kampanye.

Kalau teman-teman ingat ada pernyataan dari Sandiaga Uno di Mata Najwa yang mengatakan 'masyarakat kalau ada amplop ambil saja' dan menurut saya itulah yang membuat maraknya money politic.

“Karena, ada calon wakil presiden yang mengajarkan orang bahwa tidak salah mengambil amplop dan ini yang kami khawatirkan karena kami menolak money politic. Kami tidak sepakat dengan pernyataan Sandiaga Uno, harusnya kita menolaknya dan itulah yang disebut pendidikan politik," pungkasnya.


Editor : inilahkoran