INILAH, Purwakarta – Banjir tak jadi peristiwa alam yang aneh bagi masyarakat Kabupaten Karawang. Saat intensites hujan menunjukan peningkatan, sebagian daerah di kabupaten ini kerap terendam air.
Selain curah hujan tinggi, banjir terjadi akibat dampak meluapnya aliran sungai yang melintasi daerah lumbung padi nasional itu, yakni Citarum dan Cibeet.
Beberapa hari terakhir, bencana banjir dilaporkan telah menerjang beberapa wilayah di Kabupaten Karawang. Salah satunya di Dusun Mekarjaya, Desa Tambaksumur, Kecamatan Tirtajaya.
Rabu (30/1/2019) kemarin, banjir menerjang pemukiman warga dengan ketinggian mencapai 50 cm hingga satu meter. Namun, hari ini genangan air berangsur menyusut, setinggi mata kaki orang dewasa.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Kabupaten Karawang Asep Wahyu mengatakan, pihaknya sudah memeriksa lokasi banjir. Saat ini, genangan air masih ada dengan ketinggian tidak separah hari sebelumnya.
"Sudah mulai surut. Aktivitas warga di dusun juga sudah berjalan normal seperti biasa," ujar Asep saat dihubungi melalui telepon selulernya, Jumat (1/2/2019).
Dia menjelaskan, dari laporan warga, banjir telah menggenangi 61 unit rumah warga di Dusun Mekarjaya. Banjir pun merusak 150 hektare tambak ikan milik warga.
Hasil pantauan jajarannya, banjir diakibatkan meluapnya air dari Sungai Bingbeng. Jarak antara sungai dengan pemukiman warga sangat dekat sehingga ketika air meluap, jalan sampai pemukiman tergenang air.
"Kami sudah menyarankan ke warga supaya halaman rumah mereka ditinggikan. Halaman rumahnya harus lebih tinggi dari permukaan sungai," ujar Asep.
Dia menjelaskan, untuk menghitung kerugian tambak ikan hal itu kewenangannya ada di Dinas Perikanan. Sebab, BPBD lebih pada penanganan bencana terhadap warga.