2022, BI Jabar Yakini Ekonomi Bangkit

Pada 2022 mendatang, BI Jabar meyakini pertumbuhan ekonomi bakal kembali bangkit. Optimisme itu direalisasikan dengan sembilan rekomendasi.

2022, BI Jabar Yakini Ekonomi Bangkit
Kepala BI Jabar Herawanto (kanan) optimistis ekonomi Jabar akan tumbuh positif hingga akhir 2021 ini. Dia memproyeksikan laju perekonomian itu akan lebih meningkat pada 2022 mendatang.

INILAHKORAN, Bandung - Pada 2022 mendatang, BI Jabar meyakini pertumbuhan ekonomi bakal kembali bangkit. Optimisme itu akan direalisasikan dengan sembilan rekomendasi kebijakan.

Berdasarkan data BPS, ekonomi Jabar pada triwulan II 2021 melejit di angka 6,13% (yoy). Namun, pada triwulan III 2021 pertumbuhan sempat melambat hanya sebesar 3,43% (yoy).

Meski demikian, Kepala Bank Indonesia (BI) Jabar Herawanto mengatakan perekonomian Jabar akan tumbuh positif hingga akhir 2021 ini. Dia memproyeksikan laju perekonomian itu akan lebih meningkat pada 2022 mendatang.

Baca Juga: BI Jabar Mulai Digitalisasi Pedagang Pasar Tradisional

Menurutnya, guna mengakselerasi pemulihan ekonomi Jabar pada 2022 pihaknya meluncurkan sembilan rekomendasi kebijakan. Antara lain, mempertahankan dynamic balancing, stimulus pendorong konsumsi, kelancaran transmisi konsumsi masyarakat menengah atas, digitalisasi end-to-end proses bisnis, mendorong peningkatan ekspor memanfaatkan momentum perbaikan ekonomi global, memperkuat industri melalui SDM dan local value chain, sinergi strategi pemulihan ekonomi dan pengendalian inflasi melalui rajutan digitalisasi ekonomi, menggali sumber pembiayaan ekonomi secara kreatif, serta evaluasi dan monitoring realisasi investasi secara kolaboratif.

“Dari sembilan rekomendasi itu jika diperas hasilnya berupa optimisme mendorong sektor utama itu mutlak harus dilakukan. Selain memberikan daya dorong dan daya beli masyarakat, digitalisasi ekonomi dan mengedepankan green economy harus segera dilakukan,” kata Herawanto saat West Java Annual Meeting 2021 di Bandung, Rabu 24 November 2021.

Dia menuturkan, optimisme itu dapat tercapai jika Jabar mampu memanfaatkan momentum perbaikan ekonomi global ini untuk mengakselerasi pemulihan ekonomi. Untuk itu, strategi dynamic balancing perlu diberlakukan secara konsisten agar mendorong permintaan domestik dan menggairahkan sektor produksi.

Baca Juga: Jelang West Java Investment Summit 2021, BI Jabar: Investasi Pulihkan Ekonomi

Herawanto pun menyebutkan, investasi merupakan salah satu kunci utama mendorong akselerasi pemulihan ekonomi. Hal itu seiring dengan sinergitas berbagai pihak untuk mengawal, memonitor, dan mengevaluasi realisasi dan menyelesaikan berbagai hambatannya.

“Selain itu, perbankan juga harus semakin sigap dan cepat dalam menyalurkan pembiayaan untuk mendorong perekonomian. Terkait pengendalian inflasi pun perlu dikelola dengan baik, terutama dengan menjaga kelancaran distribusi dan pasar di seluruh wilayah Jabar,” ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Jabar Ridwan Kamil secara virtual menyampaikan langkah-langkah strategis yang perlu dilakukan pada 2022 kepada seluruh pimpinan daerah, pimpinan lembaga keuangan, dunia usaha, akademisi dan masyarakat. Dia menyebutkan, Jabar mendapatkan BI Award sebagai Provinsi Terbaik dalam Perluasan Layanan Sistem Pembayaran Digital melalui QRIS. Kekuatan digitalisasi ekonomi Jabar itu menjadi modal dasar untuk mempercepat realisasi visi Jabar Provinsi Digital.

Baca Juga: BI Jabar Dorong Sukabumi Optimalkan Sektor Pertanian

Untuk itu, pria yang akrab disapa Emil iyu meminta kepada semua kepala daerah se-Jabar bisa mengoptimalkan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) yang merupakan wadah bagi kepala daerah untuk merumuskan berbagai kebijakan dan strategi implementasi percepatan dan perluasan digitalisasi di segala sektor.

Dia menambahkan, salah satu peluang ekonomi selain penerapan digitalisasi yakni penerapan ekonomi dan industri yang berkelanjutan yang bercirikan green economy.

Sedangkan, Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum mengakui tren positif pertumbuhan ekonomi itu menjadi angin segar di tengah pandemi Covid-19 yang masing berlangsung.

“Sesuai pesan gubernur, kita akan terus mendorong para kepala daerah dan pihak swasta memanfaatkan momentum pemulihan dan kebangkitan ekonomi. Selain itu, gubernur pun tak hanya menginginkan ekonomi ini bisa meningkat tapi perekonomian itu bisa tumbuh secara adil dan merata,” ucap Uu. (dnr)


Editor : inilahkoran