3 Kelompok Sosial yang Sulit Adaptasi saat Pandemi
Selama pandemi kita menjadi bagian dari kultur digital. Ini termasuk strategi untuk beradaptasi menghadapi situasi krisis yang berlarut-larut.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Jakarta - Selama pandemi kita menjadi bagian dari kultur digital. Ini termasuk strategi untuk beradaptasi menghadapi situasi krisis yang berlarut-larut.
Menurut Daisy Indira Yasmine sebagai Sosiolog, menjelaskan, masyarakat berubah dalam konteks, pusat kegiatan dan kehidupan ada di rumah tangga dan keluarga.
"Kedua hal yang menjadi faktor penentu apakah kita bisa beradaptasi dengan perubahan ini. Kedua hal ini juga menjadi faktor berapa lama kita bisa beradaptasi," kata Daisy saat temu media virtual yang diadakan Forum Ngobras bersama Frisian Flag, di Jakarta, baru - baru ini.
Manusia dibekali kemampuan beradaptasi dengan situasi kondisi yang ada. Punya mekanisme bertahan, tetapi tingkat adaptasi beda-beda, tergantung motivtasi, berasal dari kenapa seseorang harus beradaptsi, apa yang harus diubah.
"Dukungan orang terdekat, dukungan regulasi (peraturan pemerintah), didukung oleh kemampuan kita melakukan tindakan baru," tambahnya.
Manusia adalah orang yang rasional, apakah adaptasi ini menguntungkan atau tidak.
Kalau tidak menguntungkan akibatnya tidak patuh pada protokol kesehatan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah.
Ada kelompok sosial yang sulit beradaptasi. Terutama beberapa hal berikut ini:
1. Kaum non digital native, karena tidak bisa menemukan keasyikannya. Hidup merasa sepi, stressful
2. Kaum muda tidak bisa bertahan kalau harus membatasi kebiasaan kumpul dengan teman
3. Lingkungan. Pemukiman padat, apalagi di situ belum ada yang terkena covid. (inilah.com)
Editor : JakaPermana

