35 Aduan Masuk di Hari Kedua Dibukanya Bale Pananggeuhan, Masalah Pendidikan dan Kesehatan Paling Dominan
Kepala Biro Administrasi Pimpinan (Adpim) Pemerintah Provinsi Jawa Barat Akhmad Taufikurrahman menuturkan, total ada 35 aduan yang masuk pada hari kedua sejak dibukanya Bale Pananggeuhan, Gedung Sate.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Kepala Biro Administrasi Pimpinan (Adpim) Pemerintah Provinsi Jawa Barat Akhmad Taufikurrahman menuturkan, total ada 35 aduan yang masuk pada hari kedua sejak dibukanya Bale Pananggeuhan, Gedung Sate.
Akhmad menuturkan, dari jumlah tersebut yang paling dominan pada hari kedua ini, adalah aduan terkait masalah kesehatan dan pendidikan masyarakat.
"Update untuk pengaduan hari ini tadi sudah terdaftar 35. Untuk aduan terkait dengan masalah pendidikan kesehatan itu sekitar 20-an, sisanya itu yang sifatnya umum dan juga masalah hukum," ujar Akhmad di Bale Pananggeuhan, Selasa 7 Oktober 2025.
Dia melanjutkan, di hari kedua ini pelayanan yang diberikan lebih matang, setelah melakukan evaluasi dari hari sebelumnya.
"Alhamdulillah berjalan dengan lancar, kami kemarin hari pertama itu melaksanakan pelayanan pengaduan tersebut, kami trial and error dan kami langsung susun mekanisme atau pola pengaduannya dan Alhamdulillah berjalan dengan baik," ucapnya.
Dalam dua hari pelayanan Bale Pananggeuhan kata Akhmad, tidak semuanya berkaitan dengan kebutuhan finansial. Tetapi juga ada permintaan rekomendasi pengobatan di Rumah Sakit Dharmais, Jakarta.
"Membutuhkan rekomendasi dari Dinas Kesehatan dan kami berkoordinasi dengan kepala dinas untuk dibantu dibuatkan rekomendasi dan kemarin langsung ditindak dan sudah mendapatkan rekomendasi untuk dibawa ke Dharmais," ungkapnya.
Selain itu, ada juga masyarakat yang tengah sakit, membutuhkan kemoterapi namun tidak bisa karena menunggak BPJS Kesehatan.
"Kami cek ke BPJS ada sekitar Rp600 ribuan dan iami bantu untuk diselesaikan," ujarnya.
Akhmad melanjutkan, dalam dua hari ini. Dimana pada hari pertama ada 57 aduan dan sekarang 35 aduan, mayoritas warga dari Bandung Raya. Namun Akhmad mengakui, ada juga berasal dari luar Bandung Raya, salah satunya Ciamis.
Editor : Doni Ramdhani
