INILAHKORAN, Sukaraja-Tak terurus sejak Tahun 1975 hingga banyak terjadi alih fungsi lahan menjadi pemukiman, warga Kampung dan Desa Cijujung , Sukaraja, Kabupaten Bogor mengharapkan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung-Cisadane maupun KemenPU-PR segera merevitalisasi Setu Cijujung.
"Dari Tahun 1975, Setu Cijujung tidak terurus. Bahkan, sudah puluhan tahun ada oknum masyarakat yang membangun rumah tinggal dan juga usaha rumah kontrakan. Warga asli Kampung Cijujung berharap, Setu Cijujung direvitalisasi hingga bisa dijadikan objek wisata desa dan kembali menjadi sumber air bersih," kata Muhammad Kasidi warga RT 04 RW 10, Kampung Cijujung kepada wartawan, Kamis, (04/11/2021).
Pria berusia 71 tahun ini menerangkan, selain alih fungsi lahan, Setu Cijujung hingga saat ini dijadikan oknum warga sebagai tempat pembuangan sampah (TPS), hingga mengakibatkan pendangkalan.
"Kata orang tua saya, dalamnya Setu Cijujung bisa 20 hingga 30 meter, saat ini karena dijadikan TPS, terjadi pendangkalan hingga luas Setua Cijujung semakin berkurang karena sampah-sampah itu menjadi daratan, bahkan ditanami pohon pisang. Akibat menyempitnya Setu Cijujung, pemukiman warga menjadi langganan bencana banjir sedalam 60 hingga 100 meter," terangnya.
Warga lainnya bernama Sakeh (70 tahun) menuturkan bahwa Setu Cijujung sudah berkali-kali ditinjau bahkan difoto udara oleh BBKSDA Ciliwung-Cisadane, namun hingga kini belum juga direvitalisasi.
"Warga yang mendirikan bangunan rumah diatas setu atau lahan milik BBWS sebenarnya sudah ikhlas bangunan miliknya mau dibongkar, karena mereka sadar, lahan tersebut bukan milik mereka. Saat ini, berdasarkan hasil pengukuran, akan ada 30an rumah yang bakal dibongkar," tutur Sakeh.
Pria asli Kabupaten Kediri dan purnawirawan Polisi ini menjelaskan walaupun terlihat tak terurus, kondisi pintu air Setu Cijujung masih bisa berfungsi.
"Alhamdulillah, walaupun tidak ada putarannya dan terlihat tak terurus, pintu air Setu Cijujung masih bisa berfungsi," jelasnya.
Kepala Desa Cijujung Wahyu Ardianto menjelaskan karena alasan pandemi Covid-19, BBWS Ciliwung-Cisadane maupun KemenPU-PR batal merevitalisasi Setu Cijujung di Tahun 2020 lalu.
"Pelaksanaan revitalisasi Setu Cijujung dibatalkan pada Tahun 2020 atau 2021 ini, karena diduga anggarannya terkena refocusing. Rencana revitalisasi, sudah dimatangkan oleh mereka di akhir Tahun 2019," jelas Wahyu.*** (Reza Zurifwan)