5 BUMN Berebut Megaproyek Bogor
Sejumlah 14 perusahaan penyedia jasa kontruksi mendaftar serta mengajukan penawaran untuk menggarap megaproyek pembangunan gedung perawatan blok 3 atau proyek 300 kamar rawat inap RSUD Kota Bogor.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bogor – Sejumlah 14 perusahaan penyedia jasa kontruksi mendaftar serta mengajukan penawaran untuk menggarap megaproyek pembangunan gedung perawatan blok 3 atau proyek 300 kamar rawat inap RSUD Kota Bogor.
Ada tiga muka lama perusahaan yang mengikuti lelang ratusan miliar yang pernah gagal lelang ini. Selain itu, ada lima perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang memasukkan penawaran.
Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor Henny Nurliani mengatakan, pembukaan dokumen admin teknis yang mendaftar ada 110 perusahaan penyedia jasa. Tapi yang mengirimkan dokumen isian verifikasi ada 14 perusahaan penyedia jasa. Ada lima BUMN PT Adi Persada Gedung, PT Nindya Karya, PT Berantas, PT Urban dan Amarta Karya.
“Ada lima BUMN dari 14 perusahaan yang yang mengirimkan dokumen administrasi teknis atau verifikasi. Sesudahnya akan kami evaluasi,” ungkap Henny didampingi Kasubag PBJ Aryamehr Komsah di Bogor, Senin (29/4).
Henny melanjutkan, tahun ini ada PT Urban, Amarta Karya dan PT Modern Widia Teknikal yang tahun 2017 mengikuti tender proyek RSUD Kota Bogor, saat ini berpartisipasi kembali. Untuk jadwal evaluasi tanggal 29 April sampai tanggal 9 April 2019 dan ada beberapa prosesnya.
“Evaluasi administrasi teknis sampai tanggal 6 Mei, sehari kemudian pengumuman hasil administrasi teknis. Jadi evaluasi tidak langsung harga karena dua file yaitu administrasi teknis ditambah serta satu file harga. Surat-surat perusahaan juga masuk dalam teknis. Kemudian tanggal 8 Mei pembukaan dan evaluasi harga serta tanggal 9 April pembuktian kualifikasi,” tuturnya.
Masih kata Henny, pada 10 Mei 2019 dilakukan penatapan dan pengumuman. Kemudian masa sanggah tanggal 13-17 Mei 2019 atau lima hari kerja kesempatan yang diberikan kepada perusahaan yang mengajukan penawaran selain yang akan ditunjuk.
“Pada 20 Mei keluar Surat Penunjukan Penyedia Barang Jasa (SPPBJ) dan mulai berkontrak tanggal 21 Mei sampai 14 Juni 2019. Setela ada Jaminan Pelaksanaan (JP) baru boleh dikerjakan. JP ini kalau ada one prestasi dari penyedia jasa boleh dicairkan,” jelasnya.
Henny mengatakan, nilai pagu anggaran Rp101,045 miliar dengan harga perkiraan sendiri (HPS) Rp100,99 miliar. Lelang ini dilakukan dengan ketentuan yang berlaku sehingga proses atau tahap-tahap dilakukan dengan ketat.
“Mudah-mudahan proses berjalan lancar dan tidak ada kendala. Proyek besar baru ini saja yang dilelang. Proyek besar lain belum dilakukan. Tetapi proyek ini paling besar tahun 2019,” pungkasnya. (rizki mauludi)
Editor : Bsafaat

