8 Jembatan Ambruk, Kabupaten Bogor Perpanjang Tanggap Darurat Bencana

Status tanggap darurat bencana Kabupaten Bogor ditetapkan Bupati Bogor Rudy Susmanto hingga 4 Mei 2026 mendatang.

8 Jembatan Ambruk, Kabupaten Bogor Perpanjang Tanggap Darurat Bencana
Sejak awal April, Kabupaten Bogor tak putus tertimpa bencana alam. Mulai dari banjir, tanah longsor, pergeseran tanah, hingga angin puting beliung. (reza zurifwan)

INILAHKORAN.ID - Status tanggap darurat bencana Kabupaten Bogor ditetapkan Bupati Bogor Rudy Susmanto hingga 4 Mei 2026 mendatang.

Sejak awal April, Kabupaten Bogor tak putus tertimpa bencana alam. Mulai dari banjir, tanah longsor, pergeseran tanah, hingga angin puting beliung.

"Kita masih terancam bencana hidrometeorologi atau bencana yang dipicu aktivitas cuaca dan iklim ekstrem, seperti curah hujan tinggi, angin kencang, dan suhu ekstrem," kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor Muhamad Adam Hamdani, Senin (20/4/2026).

Adam menuturkan, selama beberapa hari terakhir, bencana banjir, tanah longsor dan angin puting beliung terjadi di banyak Kecamatan seperti Tanjungsari, Cibinong, Citeureup, Cigudeg, Jasinga, Parungpanjang dan Rumpin.

Selain merendam rumah, berdampak keeusakan rumah, tanah atau jalan ambles, juga merusak jembatan.

"Total ada 8 jembatan yang ambruk, beberapa unit rumah yang terbawa derasnya arus sungai dan lainnya," tambahnya. 

Dia menjelaskan, saat ini 80 persen personel Tim Reaksi Cepat (TRC) ditugaskan menangangani bencana banjir di Kecamatan Jasinga dan Kecamatan Cigudeg.

Sementara, 20 persen personil TRC lainnya, stand by di Mako BPBD Kabupaten Bogor, Jalan Raya Tegar Beriman, Pakansari, Cibinong.

"Mereka tak hanya bertugas penanganan pasca bencana seperti membersihkan lumpur dari pemukiman, tetapi juga bersana Dinas Pekerjaan Umum, dan dinas teknis lainnya melakukan mitigasi atau pencegahan terulangnya bencana," jelasnya.


Editor : Doni Ramdhani