BPBD Kota Tasikmalaya Petakan Potensi Bencana Jelang Puncak Musim Hujan

BPBD Kota Tasikmalaya meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi seiring tingginya intensitas hujan dalam beberapa hari terakhir. 

BPBD Kota Tasikmalaya Petakan Potensi Bencana Jelang Puncak Musim Hujan
​Kepala Pelaksana BPBD Kota Tasikmalaya Budi Martanova menyampaikan, intensitas hujan sedang yang terjadi belakangan ini dinilai meminimalisasi risiko limpasan air permukaan yang terlalu deras. (n nurohman)

​INILAHKORAN.ID - Badan Penanggulangan bencana Daerah (BPBD) Kota Tasikmalaya meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi seiring tingginya intensitas hujan dalam beberapa hari terakhir. 

Langkah mitigasi itu disiapkan guna mengantisipasi puncak musim hujan yang diprediksi berlangsung pada Januari hingga Februari mendatang.

​Kepala Pelaksana BPBD Kota Tasikmalaya Budi Martanova menyampaikan, intensitas hujan sedang yang terjadi belakangan ini dinilai meminimalisasi risiko limpasan air permukaan yang terlalu deras.

​"Kita berharap hujan tetap bertahan dalam intensitas sedang agar air menyerap ke dalam tanah secara bertahap. Jika langsung turun lebat, air akan terbuang di permukaan dan berpotensi memicu hambatan serta genangan," ujar Budi, Rabu (4/11/2026).

​Budi memaparkan, berdasarkan data pemetaan wilayah, Kota Tasikmalaya memiliki sejumlah kerawanan bencana seperti banjir, tanah longsor, cuaca ekstrem, hingga pohon tumbang. Dari hasil evaluasi terkini, risiko erupsi gunung api dipastikan nihil, sementara ancaman kekeringan dan kebakaran lahan telah berhasil ditangani selama periode sebelumnya.

​Terkait potensi banjir, Budi menegaskan bahwa secara geografis Kota Tasikmalaya diapit oleh Sungai Citanduy di utara serta Sungai Ciloseh di wilayah tengah. Menurutnya, keberadaan sungai besar tersebut seharus melancarkan aliran air, sehingga genangan yang timbul umumnya dipicu oleh sumbatan pada saluran pembuangan.

​"Banjir biasanya terjadi akibat sumbatan sampah pada irigasi atau drainase. Oleh karena itu, kami bersama Dinas PUTR melalui bidang Jalan dan PSDA terus melakukan pembersihan rutin di titik-titik rawan, seperti wilayah Nagarawangi, Ciloseh, hingga kawasan HZ Mustofa," jelasnya.

Dia mengimbau masyarakat untuk menghentikan kebiasaan membuang sampah ke aliran sungai maupun drainase agar tidak mengganggu debit pembuangan air.

​Sementara untuk ancaman tanah longsor, kawasan Tasikmalaya bagian selatan tercatat memiliki tingkat kerawanan lebih tinggi dibanding bagian utara karena perbedaan struktur geologi tanah, meski dalam cakupan luasan yang tergolong kecil.

​Adapun ancaman cuaca ekstrem seperti angin kencang telah memicu tiga kejadian pohon tumbang dalam kurun dua minggu terakhir, yakni dua titik di Kecamatan Tamansari dan satu titik di Jalan Garuda dekat Lanud Wiriadinata.

​"Kami telah menggelar rapat koordinasi bersama OPD teknis, Balai Jalan Provinsi, dan Balai Jalan Nasional untuk menginventarisasi serta memangkas pohon-pohon berisiko tinggi demi mengantisipasi kejadian serupa," pungkas Budi.


Editor : Doni Ramdhani