9 Orang Batalkan Keberangkatan, Total Jemaah Haji Cimahi yang Berangkat Jadi 556

Sebanyak 9 orang jemaah haji membatalkan keberangkatan dan total jemaah asal Cimahi yang berangkat menjadi 556 orang

9 Orang Batalkan Keberangkatan, Total Jemaah Haji Cimahi yang Berangkat Jadi 556
Total jemaah haji asal Kota Cimahi yang berangkat menjadi 556 orang setelah 9 orang membatalkan keberangkatannya. Foto ilustrasi

INILAHKORAN.ID – Sebanyak 556 jemaah haji asal Kota cimahi dipastikan siap melaksanakan ibadah haji tahun ini. 

Angka tersebut mengalami penyesuaian dari kuota awal yang ditetapkan sebanyak 575 orang menyusul adanya sembilan orang yang melakukan pembatalan keberangkatan.
 
Kepala Kantor Kementerian haji dan Umrah Kota cimahi, Nandang Rahayu mengatakan, pengurangan jumlah peserta terjadi setelah melalui proses verifikasi administrasi dan kesehatan yang ketat. 

Menurutnya, sebagian jemaah diketahui membatalkan keberangkatan lantaran faktor kesehatan, kondisi keluarga, hingga pertimbangan kemampuan fisik atau istitha'ah.
 
"Dari 575 kuota, yang siap berangkat berjumlah 556 jemaah karena ada yang batal akibat sakit dan keluarga serta alasan lainnya terkait istitha'ah," kata Nandang, Kamis (23/4/2026).
 
Kendati terjadi penyesuaian jumlah, Nandang memastikan seluruh aspek administrasi telah rampung 100 persen. 

Ia menyebut, dokumen penting seperti paspor dan visa seluruhnya sudah terurus lengkap, sehingga proses keberangkatan tinggal menunggu jadwal pelaksanaan yang telah ditetapkan.
 
"Kalau untuk persiapan dari segi dokumen, paspor jemaah haji, visa, alhamdulillah semua sudah 100 persen, sudah siap. Semua sudah siap, tinggal finalisasi saja," bebernya.
 
Dalam pelaksanaannya, terang Nandang, sebanyak 556 jemaah tersebut bakal tergabung dalam Kloter 7 dan Kloter 22. 

Ia menjelaskan, para jemaah bakal didampingi oleh empat petugas resmi yang ditugaskan untuk memastikan kelancaran ibadah dan pelayanan selama di Tanah Suci.
 
"Total jemaah yang berangkat 556 ditambah 4 petugas, sehingga keseluruhan menjadi 560 orang," jelasnya.
 
Lebih jauh Nandang menerangkan, pihak penyelenggara juga memberikan perhatian khusus bagi kelompok rentan, khususnya jemaah lanjut usia (lansia). 

Pihaknya memastikan setiap jemaah lansia telah didampingi oleh pembimbing khusus dan ditempatkan dalam rombongan yang mendapatkan prioritas pelayanan.
 
"Jemaah lansia menjadi prioritas dan semuanya memiliki pendamping serta ditempatkan dalam rombongan dengan pembimbing," imbuhnya. ***


Editor : Ahmad Sayuti