92 RT di Jakarta Banjir, BPBD: Faktor Cuaca

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menyebut banjir yang terjadi dikarenakan cuaca sejak Jumat 15 Juli 2022.

92 RT di Jakarta Banjir, BPBD: Faktor Cuaca
Ilustrasi banjir di Jakarta. Sebanyak 92 RT di Jakarta terendam banjir.

INILAH KORAN, Bandung – Sebanyak 92 rukun tetangga (RT) di Jakarta Selatan, Jakarta Timur dan Jakarta Barat terendam banjir.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menyebut banjir yang terjadi dikarenakan cuaca sejak Jumat 15 Juli 2022.

Kepala Pusat Data dan Informasi BPBD DKI Jakarta Muhammad Insyaf menyebut, banjir yang terjadi diakibatkan faktor cuaca di sekitar Pulau Jawa.

Baca Juga: Banjir di 8 Kecamatan, Garut Rudy Gunawan Tetapkan Status Darurat Banjir

Sehingga menurutnya mengakibatkan curah hujan yang menjadi lebih tinggi sehingga menyebabkan terjadinya banjir di beberapa wilayah.

"Analisis sementara penyebab hujan kemarin dan hari ini yakni adanya penjalaran massa udara basah di sekitar Pulau Jawa karena adanya gelombang atmosfer seperti Gelombang Rossby dan Gelombang Kelvin," ucap Muhammad Insyaf.

Dia juga mengatakan, asupan massa udara basah dari Samudera Hindia karena aktifnya dipole mode index (IOD) dan kondisi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang diperkirakan masih akan berlangsung sampai Minggu, 17 Juli 2022.

Baca Juga: Hujan Tak Berhenti Sore Hingga Pagi, Kota Bogor dikepung Bencana

Saat ini ungkap Muhammad Insyaf, pihaknya kini tengah memantau semua titik banjir itu.

Kelurahan dan kecamatan setempat juga sudah berkoordinasi dengan Suku Dinas Sumber Daya Air (Sudin SDA) DKI Jakarta untuk melakukan penyedotan banjir.

"Petugas BPBD disiagakan memantau semua genangan di semua kelurahan dan mengkoordinasikan pihak Sudin SDA untuk lakukan penyedotan genangan-genangan bersama lurah dan camat," tuturnya.

Dia juga mengingatkan bahwa warga yang mengetahui atau berada dalam keadaan darurat bisa menghubungi BPBD DKI Jakarta dengan menghubungi nomor 112.

Nanti akan dikoordinasikan dengan camat dan lurah setempat, serta dengan pihak Palang Merah Indonesia (PMI) guna memantau perkembangan genangan banjir.

"Masyarakat silakan gunakan layanan kedaruratan 112 petugas BPBD akan merespons 24 jam. BPBD juga akan berkoordinasi dengan PMI, Dinas Sosial serta jajaran wilayah untuk memonitor perkembangan," ucap Insyaf.***


Editor : inilahkoran