Pengerjaan RSUD Bogor Utara Molor, Pemkab Malah Kasih Kompensasi? Ini Alasannya...
ini alasan Pemkab Bogor memberikan kompesansi waktu pengerjaan kepada penyedia jasa pembangunan RSUD Bogor Utara yang baru selesai 50 persen
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor – Tidak sesuai deadline, Pemkab Bogor malah memberikan kompensasi waktu kepada penyedia jasa proyek pembangunan RSUD Bogor Utara. Ini alasannya.
PT Jaya Semanggi Enjineering diberikan tenggat waktu untuk menyelesaikan pembanguan RSUD Bogor Utara hingga akhir Februari 2022. Padahal jika merunut deadline, pembangunan RSUD Bogor Utara harus rampung Desember 2021.
Keterlambatan PT Jaya Semanggi Enjineering dalam penyelesaian pembangunan RSUD Bogor Utara lantaran terlambatnya pengerjaan selama 48. Sehingga hingga akhir Desember 2021, progres pengerjaan baru 50 persen.
Dengan kompensasi waktu tersebut, PT. Jaya Semanggi Enjineering pun tidak diberikan sanksi denda oleh Pemkab Bogor, yaitu Rp1 per mil dan jika dikali total nilai proyek sebesar Rp93,6 miliar.
Baca Juga: Jika Holywings Bogor Tetap Beroperasi, GP Ansor Kota Bogor Siap Turunkan Banser
"Dengan argumen pekerjaannya terhambat selama 48 hari karena terkendala akses masuk dan adanya keterlambatan pembayaran, lalu hasil komunikasi atau kajian inspektorat dan konsultan pengawas, maka PT Jaya Semanggi Enjineering diberikan kompensasi waktu untuk menuntaskan pekerjaannya hingga akhir Februari mendatang," kata pejabat pembuat komitmen (PPK) proyek pembangunan RSUD Bogor Utara, Ani Bersari Harahap kepada wartawan, Rabu 12 Januari 2022.
Wanita yang juga menjabat sebagai Kabid Sumber Daya Kesehatan Dinkes Kabupaten Bogor ini menerangkan, untuk memastikan proyek pembangunan RSUD Bogor Utara di Desa Cogrek, Parung selesai 100 persen, maka dirinya pun rutin melakukan peninjauan ke lokasi pembangunan.
"Saya rutin meninjau progres pembangunan RSUD Bogor Utara, kepada mereka kami meminta melakukan percepatan, memenuhi material bangunan, dan menambah sumber daya manusia (SDM) pekerjanya," terangnya.
Baca Juga: Geber Vaksinasi Babak Dua, Bogor Punya Cara Unik Ini Buat Anak
Dihubungi terpisah, Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Jawa Barat Asep Wahyuwijaya meminta Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor dan PT. Jaya Semanggi Enjineering memanfaatkan kebijakan kompensasi waktu pembangunan RSUD Bogor Utara.
"Walaupun saya tak yakin proyek pembangunan RSUD Bogor Utara bisa cepat selesai 100 persen pada akhir Bulan Februari mendatang. Karena saat ini masih 60 persen progresnya, saya berharap proyek ini tidak terabaikan dan bisa diresmikan oleh Gubermur Jawa Barat layaknya proyek pembangunan Alun-alun Cirimekar, Cibinong," pinta Asep.
Informasi yang dihimpun Inilah Koran, proyek pembangunan RSUD Bogor Utara berada di Desa Cogrek, Parung dengan luas lahan sebesar 1,6 hektare. Lahan tersebut merupakan bagian dari penyerahan prasarana sarana utilitas (PSU) developer perumahan PT. Karunia Mina Sejahtera.
Anggaran pembangunan RSUD Bogor Utara sebesar Rp 93,6 miliar diatas, digelontorkan oleh Pemprov Jawa Barat kepada Pemkab Bogor, dengan skema bantuan keuangan (Bamkeu). *** (Reza Zurifwan)
Editor : inilahkoran

