ABDSI Korwil Jabar Membidik Ekspor ke Malaysia

alan bagi UMKM Indonesia Naik Kelas semakin lapang. Peluang pun semakin bertambah dengan terbukanya sejumlah celah ekspor.

ABDSI Korwil Jabar Membidik Ekspor ke Malaysia
Ketua Asosiasi Business Development Services Indonesia (ABDSI) Korwil Jawa Barat Siti Nur Maftuhah. (istimewa)

INILAH, Bandung - Jalan bagi UMKM Indonesia Naik Kelas semakin lapang. Peluang pun semakin bertambah dengan terbukanya sejumlah celah ekspor. Salah satu negara tujuan ekspor yang prospektif adalah negara tetangga, Malaysia.

Di Negeri Jiran, gerakan "Buy Muslim First" semakin berkembang. Hal ini diperkuat dengan Project of ASEAN Market Gateway oleh Brainy Bunch Group dan berdirinya Malakat Mall di Selangor sebagai pusat perbelanjaan yang 100% merchant-nya adalah muslim.

BrainyBunch sendiri merupakan provider pendidikan berbasis Islam yang sudah membuka 110 taman kanak-kanak dan dua sekolah internasional dengan lebih dari 8.000 siswa. Sementara pendirian Malakat Mall tidak lepas dari inisiatif dan kontribusi Brainy Bunch Group Founders, Mohd. Fadzil Hashim dan Efizah binti Mohtar Rasali.

Saat ini akses pemasaran produk dari Jawa Barat ke seluruh Indonesia melalui kargo udara sudah terbuka luas dengan adanya Bandar Udara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Kertajati, Kabupaten Majalengka. Tercatat sudah lebih dari 150 ton produk didistribusikan melalui BIJB. Tidak lama lagi, layanan kargo udara ke luar negeri pun akan dibuka.

Menangkap peluang tersebut, ABDSI Korwil Jawa Barat menyelenggarakan pertemuan kurasi produk unggulan Jawa Barat pada Senin (3/2/2020) bertempat di Upnormal Coffee Roaster 2, Jalan LLRE Martadinata No 158, Kota Bandung. Berbagai produk fashion, craft, dan pangan olahan dari berbagai daerah di Jawa Barat turut meramaikan kegiatan tersebut.

Hadir sebagai narasumber Sheikh Faleigh bin Sheikh Mansor, The Futurist Foundation Founder di Malaysia, sebuah yayasan yang berdiri pada November 2010 untuk mendampingi para wirausahawan. Secara operasional lembaga ini pun sudah memiliki representasi di Indonesia.

"Untuk produk fashion, warga Malaysia lebih menyukai desain simplicity. Kontur seperti jahitan lebih penting daripada aksesoris atau aplikasi pada bahan. Kekuatan merek atau brand menjadi salah satu faktor penentu konsumen dalam membeli produk," ungkap Sheikh Faleigh seperti rilis yang diterima INILAH.

Lebih lanjut, Sheikh Faleigh pun menyampaikan tentang kemudahan bagi pemasaran produk pangan olahan. "Harga healthy snack di Malaysia relatif mahal. Bagi produk-produk dari negara ASEAN, sertifikasi halal dari negara asal dapat diterima, tidak perlu membuat sertifikat halal di Malaysia," ujarnya.

Kabar tersebut disambut gembira oleh para peserta yang terdiri dari para Koordinator Daerah Asosiasi Business Development Services Indonesia (ABDSI) se-Jawa Barat dan perwakilan pelaku usaha mikro dan kecil, yaitu para alumni dari program Wirausaha Baru Jawa Barat (WUB) dan UMKM Jabar Juara.

Satu hal yang harus diangkat oleh produk yang dipasarkan adalah added values. "Pada kemasan sebaiknya dicantumkan story telling. Misal bagaimana produk tersebut diproduksi melalui kegiatan pemberdayaan di pesantren atau home industry," tambahnya.

ABDSI Korwil Jawa Barat berkomitmen untuk menindaklanjuti hasil pertemuan ini. "Memang ada beberapa kegiatan kurasi yang pernah dilaksanakan oleh pihak lain, namun sebagian tidak ada tindak lanjutnya. Kami berkomitmen untuk menindaklanjuti peluang ekspor ini dengan serius," jelas Ketua ABDSI Korwil Jawa Barat Siti Nur Maftuhah.

Ceu Meta, demikian ia biasa dipanggil, sangat mengapresiasi gerakan yang dilakukan oleh teman-teman di komunitas, sektor swasta, dan juga lembaga nirlaba untuk memajukan UMKM, khususnya di Jawa Barat.

"Selanjutnya, kami akan terus berkomunikasi dan berkoordinasi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya untuk meningkatkan sinergi, khususnya dalam hal regulasi dan layanan agar produk-produk yang memiliki potensi unggul seperti yang terhimpun hari ini bisa lebih mudah lagi diterima di pasar ekspor," pungkasnya. (sur)


Editor : suroprapanca