Ada COVID-19, Mobilitas Manusia Tetap Berpindah

Wabah virus corona (COVID-19) masih terus menyebar. Banyak pemerintah dan organisasi kesehatan di seluruh dunia telah meminta orang-orang tetap tinggal di rumah.

Ada COVID-19, Mobilitas Manusia Tetap Berpindah
(Antara Foto)

INILAH, Jakarta - Wabah virus corona (COVID-19) masih terus menyebar. Banyak pemerintah dan organisasi kesehatan di seluruh dunia telah meminta orang-orang tetap tinggal di rumah.

Dengan mengisolasi diri sendiri, dipercaya dapat membantu mencegah virus menyebar. Meskipun ada seruan untuk tetap di rumah, peta panas (heat map) baru-baru ini menunjukkan di AS masih ada orang yang bepergian dan bergerak selama pandemi virus corona.

Peta panas dihasilkan oleh Tectonix berdasarkan data lokasi ponsel yang dikumpulkan X-Mode. Menurut X-Mode, mereka mengklaim, data ini telah dianonimkan. Artinya, data hanya menunjukkan di mana orang-orang pada umumnya.

Tectonix kemudian mengambil data itu dan membuat peta. Mereka secara khusus mengasah perangkat yang terdeteksi bergerak antara 3 mil hingga 10 mil per jam, menunjukkan ini adalah orang-orang yang bergerak dengan sepeda atau skuter.

 

Tectonix GEO@TectonixGEO

Want to see the true potential impact of ignoring social distancing? Through a partnership with @xmodesocial, we analyzed secondary locations of anonymized mobile devices that were active at a single Ft. Lauderdale beach during spring break. This is where they went across the US:

Video terlekat

18,6 rb

08.44 - 25 Mar 2020

Info dan privasi Iklan Twitter

15,6 rb orang memperbincangkan tentang ini

Meskipun cukup mengkhawatirkan melihat banyak orang masih keluar selama krisis, tapi data dapat membantu pihak berwenang lebih memahami bagaimana virus menyebar.

Selama di Uni Eropa, para pejabat memiliki wewenang operator untuk menggunakan data lokasi guna membantu melacak penyebaran virus.

Selain itu, data lokasi juga dapat membantu melacak kontak dan menjangkau mereka yang terinfeksi sebelum mereka menyebar lebih jauh lagi.

Di Indonesia, pemerintah juga akan memanfaatkan aplikasi khusus untuk melacak penyebaran COVID-19. Aplikasi yang bernama PeduliLindungi ini sudah dapat diunduh oleh pengguna smartphone Android melalui Google Play Store. (Inilahcom)


Editor : Bsafaat