Adab Menagih Utang dengan Cara yang Baik

ISLAM tidak hanya menganjurkan kita untuk memberikan pinjaman bagi yang membutuhkan. Lebih dari itu, Islam juga mengajarkan kita etika-etika dan akhlak mulia ketika mengutangkan.

Adab Menagih Utang dengan Cara yang Baik
Ilustrasi/Net

ISLAM tidak hanya menganjurkan kita untuk memberikan pinjaman bagi yang membutuhkan. Lebih dari itu, Islam juga mengajarkan kita etika-etika dan akhlak mulia ketika mengutangkan.

Yang jadi pertanyaan adalah bagaimana adab menagih utang yang baik? Dilansir Inilah.com kita mengetahui terlebih dahulu tentang anjuran-anjuran ketika memberi piutang. Kita dianjurkan untuk menangguhkan waktu pelunasan, bahkan merelakan utang bagi yang mengalami kesulitan untuk melunasinya.

Tetapi sebaliknya, jika orang itu sebetulnya mampu untuk membayar, kita tetap dianjurkan untuk menagihnya dengan cara yang baik-baik.

Tidak boleh kita tagih dengan cara yang kasar, kata-kata yang menyakitkan atau bahkan intimidasi. Karena ini akan merugikan kita di dunia maupun di akhirat. Di dunia kita rugi, karena mungkin dengan berlaku kasar dan menyakitkan ketika menagih, kita akan kehilangan hubungan baik selamanya dengan orang tersebut. Di akhirat lebih rugi lagi. Karena yang seharusnya kita dapat pahala karena mengutangkan, pahala tersebut hangus hanya karena kita kurang elegan dan kurang beretika ketika menagih.

Rasulullah bersabda:

Dari Jabir bin Abdullah r.a, bahwasanya Rasulullah bersabda, "Allah menyayangi orang yang bermurah hati ketika menjual, ketika membeli dan ketika menagih.


Editor : Bsafaat