Ade Kesulitan Terapkan Social Distancing, Ini Alasannya...
Jumlah masyarakat yang mencapai 5,8 juta jiwa dan mayoritas mereka tinggal di pedesaan membuat Bupati Bogor Ade Yasin kesulitan menerapkan social distancing atau pembatasan interaksi sosial antarmasyarakat.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bogor - Jumlah masyarakat yang mencapai 5,8 juta jiwa dan mayoritas mereka tinggal di pedesaan membuat Bupati Bogor Ade Yasin kesulitan menerapkan social distancing atau pembatasan interaksi sosial antarmasyarakat.
Melihat hal ini, politisi PPP ini pun khawatir bakal ada pelonjakan jumlah masyarakat yang terkonfirmasi atau positif penyakit virus corona seperti yang terjadi beberapa hari terakhir seperti dari 3 orang terkonfirmasi, 1 orang di antaranya meninggal dunia. Sementara, jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) ada 86 orang da jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) ada 47 orang.
"Dengan jumlah masyarakat yang setidaknya 5,8 juta jiwa dan mayoritas tinggal di pedesaan, maka kita pun kesulitan membatasi interaksi sosial atau social distancing," ujar Ade kepada wartawan, Kamis (19/3/2020).
Mantan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor ini menambahkan karena alasan masih rendahnya pendapatan ekonomi dan masih adanya daerah yang rendah sinyal telekomunikasi, membuat sosialisasi Social Distancing tidak berjalan efektif.
"Idealnya sosialisasi social distancing itu kan cukup melalui smart phone namun karena tidak semua masyarakat memiliki smart phone dan tidak semua wilayah memiliki sinyal maka kepala desa atau petugas kesehatan pun tetap mengumpulkan orang dalam satu tempat untuk diberikan sosialisasi hingga kelihatan tidak tepat karena jumlah warga yang terkumpul lebih dari 20 orang," tambahnya.
Ade menuturkan wilayah Bumi Tegar Beriman yang banyak berbatasan dengan daerah sekitar seperti DKI Jakarta, Kota Depok, Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Cianjur, Kota Sukabumi, Kabupaten Sukabumi, Kota Bogor, Kabupaten Lebak, Kabupaten Tanggerang dan Kota Tanggerang Selatan, Provinsi Banten membuat warga teresiko terpapar virus corona.
"Kabupaten Bogor ini kan berbatasan langsung dengan 12 daerah atau provinsi lainnnya hingga pastinya kita kesulitan dalam melindungi warga dari penyebaran virus corona, seperti hari ini dari 3 orang warga yang tinggal di Kabupaten Bogor dan terkonfirmasi atau positif terjangkit penyakit virus corona itu ternyata setelah ditracking mereka merupakan warga DKI Jakarta yang hanya numpang tinggal di Kabupaten Bogor," tutur Ade.
Ketua DPW PPP Jawa Barat ini melanjutkan karena kendala-kendala diatas, dia pun berharap agar tokoh agama maupun tokoh masyarakat untuk ikut membantu mensosialisasikan social distancing.
"Tidak cukup hanya mengandalkan kinerja kepala desa dan petugas kesehatan, Pemkab Bogor pun berharap ada bantuan dari tokoh agama ataupun masyarakat hingga karakter masyarakat yang masih suka berkumpul itu sementara membatasi interaksi sosialnya atau social distancing dan tidak hanya cukup berserah diri kepada Allah SWT tetàpi juga harus ada upaya atau usaha dari diri kita," harapnya. (Reza Zurifwan)
Editor : Doni Ramdhani


