INILAH, Bogor- Bupati Bogor Ade Yasin menggelontorkan Rp9 miliar membangun Ruang Kelas Baru (RKB) untuk 20 SD Negeri yang masuk kategori rusak berat di wilayah Kecamatan Ciampea.
Hal itu disampaikan politisi PPP usai menghadiri rebo keliling (Boling). Dia yakin, pembangunan RKB dan merehabilitasi fasilitas insfrastruktur sekolah di Kecamatam Ciampea dan 39 kecamatan lainnya, tuntas pada tahun 2021 lmendatang.
"Target Pemkab Bogor pada tahun 2021 mendatang tidak ada lagi kelas atau bangunan sekolah yang rusak, oleh karena itu Anggaran
Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tingkat II kita prioritaskan untuk membangun RKB, merevitalisasi insfrastruktur sekolah dan lainnya," ucap Ade kepada wartawan, Rabu (20/3).
Dia menerangkan membenahi ruang kelas dan insfrastruktur sekolah ini selain untuk memberikan kenyamanan juga untuk memberikan stimulasi kepada para siswa tingkat SD maupun SMP.
"Bagaimana mereka bisa nyaman dan semangat dalam belajar kalau bangunan kelasnya mengalami rusak berat, sedang atau ringan hingga membangun RKB dan merevitalisasi insfrastruktur sekolah menjadi suatu keharusan," terangnya.
Ade menjelaskan selain dari APBD tingkat I dan II, untuk membenahi insfrastruktur sekolah yang rusak jajarannya juga akan meminta bantuan anggaran dari pemerintah pusat maupun Corporate Sociap Responsibility (CSR).
"Kalau dari APBD tingkat II setiap tahunnya kita memporsikan 28 persen untuk sektor pendidikan dan kalau masih kurang kita akan usahakan mendapatkan bantuan keuangan dari APBD tingkat I, APBN maupun CSR," jelas Ade.
Camat Ciampea Entis Sutisna bersyukur 20 SD Negeri yang mengalami rusak berat di wilayahnya mendapatkan bantuan RKB sehingga tahun 2020 mendatang tinggal merehabilitasi 40 SD Negeri yang mengalami rusak sedang.
"Kita sudah mendata ada 20 SD Negeri yang mengalami rusak berat dan 40 lainnya mengalami rusak sedang, karena tahun ini semua sekolah rusak diperbaiki maka tahun depan tinggal merehabilitasi SD Negeri yang mengalami rusak sedang," ujar Entis.
Ia melanjutkan untuk meningkatkan angka rata-rata lama sekolah yang baru mencapai 8,4 tahun, Kecamatan dan UPT Pendidikan sudah mengusulkan tambahan pembentukan SMP Negeri.
"Masyarakat Kecamatan Ciampea butuh satu lagi SMP Negeri, saat ini kami sedang mencari lokasi yang ideal dam strategis dan setelah itu akan kami ajukan ke Dinas Pendidikan untuk diwujudkan pada tahun 2020 mendatang," lanjutnya.