Ade Yasin Mantap Lanjutan Pekerjaan Bupati Nurhayanti
Bupati Bogor Terpilih Periode 2018-2023 Ade Yasin mengapresiasi kinerja Bupati Nurhayanti, sebelum tongkat kepemimpinan diambil alih oleh adik kandung Rachmat Yasin itu. Ade Yasin pun siap menyelesaik
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bogor - Bupati Bogor Terpilih Periode 2018-2023 Ade Yasin mengapresiasi kinerja Bupati Nurhayanti, sebelum tongkat kepemimpinan diambil alih oleh adik kandung Rachmat Yasin itu. Ade Yasin pun siap menyelesaikan pekerjaan yang belum selesai di masa Nurhayanti.
Saat pelantikan, 30 Desember 2018 Ade mengaku tidak bisa mengajak seluruh relawan hadir di Gedung Sate, Bandung. Namun, dia memastikan saat serah terima jabatan (sertijab), 31 Desember di Gedung Tegar Beriman, bakal dihadiri lebih dari 10 ribu orang yang turut mengantarnya jadi orang nomor satu di Bumi Tegar beriman.
"Saat pelantikan, saya dan Pak Iwan cuma bisa membawa keluarga. Tidak banyak. Tapi tanggal 31, akan hadir tokoh-tokoh agama. Kurang lebih ada 10 ribu orang di Lapangan Tegar Beriman," ujarnya usai menghadiri Diskusi Panel Akhir Tahun 2018 Dewan Pendidikan Kabupaten Bogor di Gedung Serbaguna II Setda, Cibinong, Rabu (12/12/2018).
Menurutnya, pasca pelantikan dan sertijab, Ade menegaskan bakal langsung bekerja dan menjalankan Panca Karsa yang diusunya selama masa kampanye. Salah satunya dalam bidang pendidikan. Dia mengakui tingkat tawuran pelajar di Bumi Tegar Beriman masih cukup tinggi.
"Itu karena kurangnya pendidikan karakter dan mental pelajar. Mungkin waktu santai mereka lebih banyak dari belajar. Makanya perlu difasilitasi agar siswa lebih banyak kegiatan," tegasnya.
Ade Yasin tak lupa mengucap terima kasih kepada Nurhayanti atas kinerjanya selama memimpin Bumi Tegar Berimab. "Hasilnya sudah terlihat. Intinya saya sudah siap bekerja. Kalau ada yang belum selesai pasa masa Bupati Nurhayanti, saya akan selesaikan," tegasnya.
Pada tahun pertama kepemimpinannya, Ade Yasin mau tidak mau menjalankan sebagian besar program yang telah dirancang Bupati Nurhayanti Cs. Pasalnya, penetapan dirinya sebagai bupati terpilih baru dilaksanakan setelah Kebijakan Umum Anggaran dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2019 rampung.
"Iya tidak bisa masuk program baru. Paling-paling disesuaikan saja dengan program kita. Makanya kan ada tim transisi untuk sinkronisasi program," katanya.
APBD 2019 Kabupaten Bogor telah disahkan pada Jumat, 30 November 2018. Secara keseluruhan, postur APBD turun lebih dari Rp1,5 triliun dibanding 2017 yang menyentuh Rp7,6 triliun.
Dari Rp6,2 triliun, 51,57% atau Rp3,2 triliun dialokasikan untuk belanja langsung. Sisanya, Rp3 triliun untuk belanja tidak langsung.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor M Romli menjelaskan, meski mengalami penurunan, program kegiatan tahun depan lebih banyak. "Tahun 2019 turun. Tapi, dari 2016 ke 2017 dan 2017 ke 2018 itu cenderung naik," kata Romli.
Dia mengungkapkan, penurunan APBD disebabkan dana perimbangan yang masuk pos pendapatan daerah belum diketahui secara pasti. Karena dana perimbangan berasal dari pusat, dia memprediksi besaran baru diketahui akhir tahun nanti.
"Makanya, kita belum mencantumkan semua anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Alokasi Umun (DAU) dalam APBD 2019. DAU DAK tuh kita belum tahu jumlahnya. Mungkin di akhir Desember ini baru ketahuan," ujar politisi PPP itu.
Dia mengakui, DAK dan DAU tidak menentu jumlahnya. Karena besaran ditentukan Kementerian Keuangan berdasar hasil peninjauan ke Kabupaten Bogor. Namun, DAU, dianggap tidak terlalu krusial lantaran ditransfer langsung untu kepentingan gaji pegawai.
Sementara Bupati Nurhayanti menjelaskan, APBD 2019 akan diprioritaskan untuk sektor pendidikan dan infrastruktur Bumi Tegar Beriman. Selain itu, anggarannya juga terfokus untuk kebutuhan investasi. "Demi komitmen peningkatan pelayanan publik," kata Yanti.
Editor : inilahkoran

