Ade Yasin Sering Mengingatkan Anak Buahnya Bahaya Korupsi
Ditangkap tangannya dua pejabat Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (DPKPP) I dan F oleh Sat Reskrim Polres Bogor pada Selasa (3/3/2020) disesalkan oleh Bupati Bogor Ade Yasin.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bogor - Ditangkap tangannya dua pejabat Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (DPKPP) I dan F oleh Sat Reskrim Polres Bogor pada Selasa (3/3/2020) disesalkan oleh Bupati Bogor Ade Yasin.
Pasalnya, orang nomor satu di Bumi Tegar Beriman ini merasa sudah sering mengingatkan anak buahnya baik dalam forum formal ataupun non formal untuk berhati - hati dalam melaksanakan tugas.
"Di acara formal ataupun non formal saya selalu menyampaikan kepada para Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk berhati - hati dalam menjalankan tugas, menerapkan aturan perijinan dan lainnya, ketika di antara kita salah seperti kemarin pasti ada dampaknya," ucap Ade kepada wartawan, Jumat (6/6).
Ibu dua orang anak ini bahkan menuturkan bahwa himbauan untuk berhati - hati dalam bertugas bukan hanya untuk ASN Kabupaten Bogor, tetapi juga untuk dirinya selaku kepala daerah.
"Himbauan berhati - hati dalam menjalankan juga disampaikan untuk diri saya pribadi, karena selaku Bupati Bogor saya juga harus bisa menjadi contoh buat mereka," tuturnya.
Untuk mencegah praktek suap, gratifikasi ataupun korupsi, sesuai arahan pemerintah pusat maka jajarannya akan menerapkan cashless atau sistem transfer dalam pembayaran.
"Sistem pembayaran tunai gak ada dan harus melalui rekening bank atau cashless, saya berkeinginan ASN Pemkab Bogor bisa berberes dengan menjadikan Kabupaten Bogor sebagai zona intergritas, Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM)," kata Ade.
Politisi PPP ini melanjutkan walaupun Pemkab Bogor punya program Bogor Ngaos atau mengaji dan dirinya juga sudah sering memberikan peringatan, namun itu kembali kepada moral masing - masing ASN.
"Agar kasus suap ini tidak terulang lagi di Kabupaten Bogor kami sudah melakukan berbagai upaya, tetapi pencegahan itu tergantung kepada moral pribadi masing - masing ASN dan kejadian kemarin itu harusnya menjadi pembelajaran kita bersama. Sementara kursi Sekretaris DPKPP yang kosong pasca I ditangkap polisi kami belum ada rencana rotasi," lanjutnya. (Reza Zurifwan)
Editor : JakaPermana

