Adhi Karya Raih 4 Proyek Senilai Rp577 Miliar di IKN Nusantara di Kalimantan Timur
Infrastruktur penopang IKN Nusantara mulai dibangun. Pada tahap 1 ini PT Adhi Karya Tbk sebagai kontraktor mendapat empat proyek pembangunan infrastruktur di Kalimantan Timur.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Infrastruktur penopang IKN Nusantara mulai dibangun. Pada tahap 1 ini PT Adhi Karya Tbk sebagai kontraktor mendapat empat proyek pembangunan infrastruktur di Kalimantan Timur.
Pada tahap 1 pembangunan IKN Nusantara di Kalimantan TImur itu pemerintah menenderkan sebanyak 19 paket proyek senilai Rp5,3 triliun. Dari keseluruhan tender yang rampung dilelang itu Adhi Karya mendapatkan empat proyek konstruksi.
"Ada paket untuk hunian pekerja konstruksi IKN Nusantara yang Adhi Karya kerja sama operasional (KSO) dengan Wijaya Karya dengan nilai Rp577 miliar,” ujar Direktur Human Capital dan Sistem PT Adhi Karya Agus Karianto dalam Public Expose Live 2022, Senin 12 September 2022.
Selain itu, terdapat paket Jembatan Pulau Balang yang merupakan lanjutan dari jembatan sebelumnya yang dikerjakan Adhi Karya.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Adhi Karya Entus Asnawi Mukhson berharap pihaknya bisa memperoleh Rp3-3,5 triliun terkait dengan tender IKN Nusantara yang diselenggarakan hingga akhir Desember 2022.
“Kita berharap bisa mendapatkan Rp3 triliun-Rp3,5 triliun di IKN Nusantara,” ujarnya.
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memulai kegiatan pembangunan infrastruktur dasar IKN Nusantara tahap 1 senilai Rp5,3 triliun yang ditandai penandatangan kontrak pekerjaan pembangunan IKN Nusantara TA 2022 sebanyak 19 paket.
Sekjen Kementerian PUPR Mohammad Zainal Fatah mengatakan, pihaknya telah menyusun rencana/tahapan pembangunan infrastruktur dasar di IKN Nusantara periode 2022-2024 dengan total anggaran sebesar Rp43,73 triliun. Pada 2022, anggaran yang dialokasikan untuk pembangunan IKN sebesar Rp5,3 triliun.
Usai proses lelang rampung, Ditjen Bina Konstruksi Kementerian PUPR menandatangani kontrak secara simbolis sebanyak 19 paket pekerjaan dengan total nilai kontrak sebesar Rp5,3 triliun dengan rincian Ditjen Sumber Daya Air total sebanyak enam paket dengan nilai kontrak Rp42,8 miliar.
Kemudian Ditjen Bina Marga sebanyak 8 paket dengan nilai kontrak Rp4,59 triliun, Ditjen Cipta Karya 4 paket dengan nilai kontrak Rp111,9 miliar, dan Ditjen Perumahan 1 paket dengan nilai kontrak Rp567 miliar.
Kementerian PUPR memastikan pekerjaan pembangunan IKN Nusantara segera dimulai usai enandatanganan kontrak agar infrastruktur dasar IKN dapat rampung sesuai target pada 2024 mendatang.
Sementara itu, hingga Juli 2022 lalu, Adhi Karya mencatatkan perolehan kontrak baru mencapai Rp15,9 triliun. Corporate Secretary Adhi Karya Farid Budiyanto mengatakan, jumlah tersebut naik sebesar 103,7% dibandingkan perolehan kontrak pada Juli 2021 sebesar Rp7,8 triliun.
Beberapa kontrak baru yang didapatkan Adhi Karya sampai dengan Juli 2022, termasuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN), antara lain Tol Bawen-Yogyakarta, MRT Jakarta Fase 2A CP 202, Bendungan Jenelata-Gowa, dan Tol Semarang-Demak.
Pembangunan infrastruktur yang masih menjadi bagian proyek prioritas yang dicanangkan pemerintah tahun 2023 membuat manajemen meyakni pasar sektor konstruksi ke depan tetap cerah, dengan beberapa strategi perusahaan untuk meningkatkan kinerja dengan berbagai prospek bisnis yang berkelanjutan.
Dia menuturkan, Adhi Karya juga akan melakukan penguatan modal untuk dapat memperbesar kapasitas perusahaan dalam menyelesaikan proyek strategis nasional di samping terus mengupayakan percepatan pembayaran piutang proyek.
“Hingga semester I 2022, Adhi Karya membukukan pendapatan sebesar Rp6,3 triliun atau naik sebesar 42,3% dibandingkan periode yang sama di tahun 2021 sebesar Rp4,4 triliun,” ujarnya.
Adhi Karya mencetak laba kotor sebesar Rp699,3 miliar. Kemudian dari sisi bottom line, Adhi Karya mencetak laba selama semester I 2022 sebesar Rp10,2 miliar atau naik sebesar 23,5% dari laba bersih periode yang sama pada 2021 sebesar Rp8,3 miliar.*** (antara)
Editor : Doni Ramdhani

