Adu Kepot Kembali Meraung di Bandung
Terdengar suara mesin meraung-raung diiringi decitan roda mobil menghiasi kemeriahan kejuaraan nasional (Kejurnas) slalom yang diusung Genta Auto & Sport dengan MLDSPOT.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH,Bandung- Terdengar suara mesin meraung-raung diiringi decitan roda mobil menghiasi kemeriahan kejuaraan nasional (Kejurnas) slalom yang diusung Genta Auto & Sport dengan MLDSPOT.
Mobil-mobil ini saling berpacu dengan waktu, yang dipadu dengan keahlian mengemudi yang responsif.
Memasuki putaran pertama dari total 7 seri yang akan digelar, Bandung jadi kota pertama berlokasi di Sport Jabar Arcamanik, Sabtu (27/7/2019). Tercatat ada 228 starter yang datang dari berbagai kota di Indonesia.
Tahun 2019 ini jumlah pesertanya lebih banyak jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Selama satu hari penuh, para pelaku adu kepot gerobak bermesin ini saling berkompetisi yang memperlihatkan aksi cepat dan kepiawaiannya dalam mengemudi.
Yang menarik di kompetisi tahun ini, jumlah pembalap wanita cukup banyak, tak ingin kalah dengan para pembalap pria, keahlian dan kepiawaian dibalik kemudi terlihat epik semakin menambah semarak kompetisi gymkhana ini.
Persaingan puluhan peslalom muda dan senior di kategori unggulan dan non unggulan berjalan sangat ketat. Mereka menghuni beberapa tim slalom papan atas yang kerap menyuguhkan aksi atraktif.
Tak ketinggalan peserta dari komunitas Jabar Slalom Community sebagai tuan rumah, ikut andil meramaikan jalannya lomba.
Abed Nego Antoro dari Genta Auto menuturkan, acara ini merupakan putaran pertama dan diikuti 228 starter dari seluruh Indonesia antara lain Jawa Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Bali, dan sekitarnya.
" Perkembangan kegiatan ini yang pasti untuk memacu anak muda untuk semakin menggiati kejuaraan gymkhana ini. Untuk peserta ditahun lalu kita batasi hanya 140 starter, dan tahun ini kita tambah hingga 180 starter. Sehingga para pembalap pemula bisa bersaing dengan pembalap yang sudah seeded dan sering bermain di Gymkhana, " tuturnya.
Abed melanjutkan, untuk pembalap paling muda itu berusia sekitar 15 tahun, atau kelas 3 smp. Namun tetap persaingan cukup ketat terbukti dengan banyaknya perubahan yang terjadi selama setahun kebelakang.
" Tahun ini ada 7 putaran, tahun ini juga banyak pembalap wanita yang ingin mengikuti kejurnas juga, karena kedepan kita akan mengirimkan dua pembalap pria dan satu pembalap wanita untyk mengikuti kejuaraan di Asia, "ujarnya.
Ada sekitar banyak kelas yang dipertandingkan antara lain Kejurnas A, Kejurnas F (Modifikasi), Kejurnas B ( Gerak Roda Belakang), Kejurnas Seeded B, Kejurnas Pemula, Kelas A1, Kelas A2,Kelas A3, Kelas A4, Kelas A- Salon, Kelas B1,Kelas B2,Kelas B Open, Kategori Wanita, Team A, dan Team F.
Sementara itu, Fransiskus Herianto Brand Activation MLD Jakarta mengungkapkan, untuk kejurnas di Bandung ini merupakan yang pertama di tahun 2019,selanjutnya akan digelar di Tulungagung, Pemalang, Cianjur, Bekasi, dan final di kota Tasikmalaya.
" Penyelenggaraan MLD Spot Auto Gymkhana Kejurnas Slalom 2019 ini cukup sukses, dan kita akan tetap mengakomodir teman-teman yang senang dengan auto gymkhana ini, " ujarnya.
Frans menjelaskan, dalam pelaksanaan event gymkhana ini pada prinsipnya masih sama dengan tahun-tahun sebelumnya tidak ada yang berbeda. Untuk kelas-kelasnya sendiri pertama kelas 1000 cc, 1500 cc, dan masih ada beberapa kelas yang dipertandingkan.
" Dari Jawa Barat sendiri ada enam komunitas yang berpartisipasi, untuk jumlah peserta idealnya 200 sampai 250, pembatasan ini dilakukan mengingat waktu kegiatan yang dibatasi sampai jam 11 malam, " jelas Frans.
Frans mengatakan, animo masyarakat di kota Bandung sangat luar biasa, hal itu dibuktikan dari pagi hingga malam hari ini masih tetap stand by. Sedangkan untuk trek disetiap penyisihan tentu berbeda, hal ini merupakan tantangan bagi para pembalap dan pembalap sendiri harus bisa menaklukan tantangan itu untuk membuktikan kehebatannya.
" Kami berharap kedepan bisa terus mengakomodir para pembalap agar bisa terus konsisten dalam mengikuti kejuaraan akan yang akan digelar ditahun-tahun mendatang, "ujarnya.
Kegiatan balap yang merupakan olah raga ketangkasan ini, memperlihatkan aksi bermanuver di atas track yang telah dirancang panitia dengan kategori kesulitan berbeda.
Kondisi dan design trek yang terus berubah disetiap serinya, menuntut para peslalom memiliki skill yang mumpuni serta adaptasi yang tinggi dalam menaklukan setiap trek yang dibuat.
“Untuk lebih memberikan hiburan yang menarik, MLDSpot menyuguhkan beberapa booth game dan panggung hiburan mulai dari pintu masuk event disambut dengan DJ dan panggung eventnya diisi kompetisi DJ, selain diramaikan oleh komunitas mobil binaan dari MLDSPOT,”ujarnya.
Kejuaraan adu kepot mobil paling akbar di tanah air ini tinggal menyisakan 6 putaran selanjutnya akan diselenggarakan di Tulungagung, Pemalang, Cianjur, Bekasi, dan Tasik sebagai kejuaraan final. Tahun ini kejurnas dengan titel MLDSPOT Auto Gymkhana dipastikan lebih seru dari tahun sebelumnya.
Jika peslalom kalah di 1-2 putaran, peslalom masih memungkinkan untuk kejar mengejar perolehan poin, karena tahun ini digelar sebanyak 7 putaran. (Agus SN).
Editor : Bsafaat

