Adukan Soal Fasilitas Listrik, Penghuni Bogor Valley Ontrog DPRD 

Puluhan penghuni apartemen Bogor Valley mendatangi kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor, Selasa (7/1/2020). Mereka diterima Wakil Ketua DPRD III Eka Wardana.

Adukan Soal Fasilitas Listrik, Penghuni Bogor Valley Ontrog DPRD 
Foto: Rizki Mauludi

INILAH, Bogor - Puluhan penghuni apartemen Bogor Valley mendatangi kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor, Selasa (7/1/2020). Mereka diterima Wakil Ketua DPRD III Eka Wardana.

Perwakilan penghuni apartemen Bogor Valley Agus Kadda mengatakan, kedatangan penghuni apartmen untuk mengadukan terkait adanya hak warga mengenai fasilitas listrik yang tidak didapat warga.

"Hal itu dikarenakan adanya perseteruan antara para pengelola Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun (P3SRS ) di Bogor Valley. Yang kami perjuangkan adalah hak kami sebagai pemilik unit seperti apa, kalau ada diskusi kita buka pintu-pintu dialog kita terbuka untuk sama-sama memikirkan solusi," kata Agus.

Agus menambahkan, akibat perseteruan tersebut hak warga mendapatkan listrik menjadi terganggu. Padahal, pasokan listrik merupakan kebutuhan mendesak yang harus didapatkan para penghuni. 

"Setiap warga yang sudah membayar IPL baik ke P3SRS yang bentukan pengembang ataupun bentukan warga bisa mendapat haknya," tambahnya.

Pemilik unit lainnya Ferry Kusmawan juga mengeluhkan hal yang sama. Dirinya berharap agar aduan warga ini bisa ditindaklanjuti DPRD Kota Bogor untuk mendorong Pemkot Bogor turun tangan dalam memfasilitasi permasalahan yang terjadi di Bogor Valley.

"Permasalahan di Bogor Valley bisa jadi pilot project agar tidak terjadi di apartemen lainnya karena seperti pengetahuan kami di Bogor sedang berkembang apartrmen. Kami mohon dengan sangat untuk bisa memaksimalkan kinerja pemerintah untuk mengkordinasikan ini, kami tidak tau siapa yang benar dan salah keinginan penghuni hannya ingin pelayanan yang sewajarnya," jelasnya.

Sementara itu. Wakil Ketua III DPRD Kota Bogor Eka Wardana mengatakan permasalahan ini merupakan buntut dari permasalahan yang belum terselesaikan.

"Saya pikir harus diselesaikan secara bersama dan sesuai kesepakatan awal konsepnya seperti apa, apa yang jadi hak dan apa yang jadi kewajiban harus ketemu," ungkapnya.

Eka melanjutkan, untuk mencari solusi yang dialami warga Bogor Valley DPRD Kota Bogor akan mempertemukan semua pihak untuk mencari solusi bersama dan kesepakatan yang bisa diikuti dan dipahami bersama.

"Ya, yang pasti kami akan memanggil berbagai pihak untuk duduk bareng dan mencari solusi terbaik tanpa harus adu argumentasi dan debat kusir. Karena dalam setiap permasalahan ada solusi dalam permasalahan, pasti ada miss komunikasi yang lebih ditekankan. Ya, harus mengerti dan sadar ada hak dan kewajiban," pungkasnya. (Rizki Mauludi)


Editor : Doni Ramdhani