Akhir April Nanti, Bahan Bakar Nabati Bobibos Diproduksi Massal di Timor Leste
Timor Agro Bobibos Energy SA, perusahaan gabungan PT Inti Sinergi Formula dan Timor Agronova SA segera memproduksi bahan bakar Bobibos di Timor Leste.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Timor Agro Bobibos Energy SA segera memproduksi bahan bakar Bobibos. Perusahaan gabungan PT Inti Sinergi Formula dan Timor Agronova SA di TImor Leste itu semakin matang.
Saat ini, persiapan produksi sudah mencapai sekitar 75 persen dan truk produksi bahan bakar Bobibos sudah berada di kapal untuk selanjutnya menuju Dili.
"Truk produksi bahan bakar Bobibos sudah menuju kota Dili, TImor Leste dan akan tiba pada 10 April mendatang. Paling lambat, akhir April kami launching produksi bahan bakar berbahan baku jerami," ujar CEO PT Inti Sinergi Formula Muhammad Ikhlas Thamrin kepada wartawan, Selasa 31 Maret 2026.
Ikhlas menuturkan, alasan produksi bahan bakar Bobibos di akhir April karena sambil menunggu masa panen padi. Jajarannya memilih produksi bahan bakar Bobibos di luar negeri, karena pemerintah Negara TImor Leste sangat berminat hingga memudahkan regulasi aturan.
Sementara, proses produksi di Indonesia PT Inti Sinergi Formula masih terbentur regulasi dalam upaya memproduksi bahan bakar Bobibos.
"Semenjak diperkenalkan pada publik, bahan bakar Bobibos banyak diminati berbagai negara mulai dari Malaysia, Vietnam, TImor Leste hingga Norwegia. Harapan awalnya, Bobibos bisa diproduksi massal di dalam negeri. Karena belum ada titik terang di dalam negeri yang tak kunjung datang, sedangkan ada negara lain yang meminati bahan bakar Bobibos terutama TImor Leste," tutur Ikhlas.
Dia menambahkan, produksi awal Timor Agro Bobibos Energy SA akan memproduksi bahan bakar Bobibos 50 ribu liter per hari atau 1,5 juta liter per bulan.
Setelah TImor Leste, ada kemungkinan Bobinos diproduksi di Malaysia, Vietnam, dan Norwegia.
"Namun saat ini kami memfokuskan di TImor Leste dulu karena di sana akan dbangun pabrik dan sawah dengan total luas lahan 11.000 hektare," tambahnya.
Editor : Doni Ramdhani

