INILAH, Bogor- Wali Kota Bogor Bima Arya dan Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI) Cabang Kota Bogor akhirnya menggelar pertemuan tertutup di ruang Paseban Punta, Jumat (22/2) malam WIB. Apa bahasannya?
Ternyata, Bima Arya berdiskusi dengan para senior alumni HMI terkait didudukinya ruang tamu Wali Kota, beberapa waktu lalu. Kabarnya, kedua belah pihak telah sepakat untuk berdamai.
Setelah pertemuan Bima Arya enggan memberikan keterangan kepada awak media. Keterangan Bima diwakilkan Asisten Pemerintahan (Aspem) Kota Bogor, Hanafi.
Saat dikonfirmasi Hanafi mengatakan, pertemuan kemarin malam merupakan itikad baik dari kedua belah pihak. Para kader HMI yang datang kala itu melakukan klarifikasi atas insiden yang terjadi pada Kamis (21/02/2019) itu hanyalah sebuah kesalahpahaman.
"Masing-masing pihak mengintrospeksi dan kondolidasi. Apalagi ini pertemuan atas bimbingan para senior HMI, untuk menunjukkan itikad baik, untuk mendukung pemerintah," ungkapnya pada Sabtu (23/02/2019) pagi.
Hanafi menjelaskan, terkait tuntutan HMI, saat ini program yang diupayakan HMI cabang Kota Bogor untuk masyarakat di Kelurahan Sempur telah dikoordinasikan, tinggal menunggu hasil dari proses koordinasi tersebut.
"Hasilnya Pemkot Bogor tidak menghentikan bantuan. Saat ini untuk merespon program HMI program diakomodir, karena tujuannya untuk mensejahterakan masyarakat," jelasnya.
Hanafi menegaskan, tetapi bantuan masih bersifat temporer karena tidak masuk ke dalam anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Kota Bogor. Bantuan diberikan kepada HMI berupa program yang diajukan oleh mereka sendiri, kemudian dikoordinasikan dan di sinergikan
dengan dinas terkait.
"Ini bantuannya berupa program dan kegiatan saja, ha yang bagus dan harus diapresiasi karena organisasi mahasiswa seperti HMI bisa menjembatani masyarakat. Meski secara formal kerjasama itu tidak ada, tetapi saat kegiatan yang dilakukan oleh HMI cabang Kota Bogor atau siapapun pasti akan direspon pemerintah," tegasnya.
Hanafi menekankan, karena itu setiap tahun ada program yang di sinergikan dengan HMI, tidak ada kata tidak bisa. "Sabisa-bisa kudu bisa," ujarnya.
Sementara itu, mewakili HMI cabang Kota Bogor Sugeng Wiyono mengaku, pertemuan itu adalah bentuk tabayun dengan Wali Kota Bogor
Bima Arya dan beberapa stafnya, dirinya mengakui masalah yang timbul diawali dari komunikasi yang sudah lama tidak aktif.
"Kami tetap memberikan apresiasi bagi Kota Bogor, tentu selanjutnya program HMI akan tetap berjalan dan lebih selaras lagi. Bagaimanapun HMI itu stakeholder untuk Pemkot Bogor," tegasnya.