INILAH,Bandung- Hujan deras yang terjadi dini hari, Kamis (4/4/2019) menyebabkan pemukiman warga terendam banjir di tiga kecamatan yaitu Baleendah, Bojongsoang dan Dayeuhkolot Kabupaten Bandung.
Selain itu, akses jalan penghubung Dayeuhkolot menuju Baleendah melalui jalur Siliwangi terendam banjir . Kemudian jalur Andir-Katapang terendam banjir dan jalan Banjaran-Dayeuhkolot.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung, Sudrajat mengatakan ketinggian air di jalan Andir-Katapang mencapai 50 cm hingga 150 cm. Kemudian di jalan Ciparay-Dayeuhkolot (jalan Siliwangi) mencapai 10 cm hingga 90 cm dan jalan Banjaran-Dayeuhkolot 10 cm hingga 70 cm.
"Hujan deras yang terjadi di Kabupaten Bandung merata dan air yang masuk ke Sungai Cikapundung dan Citarum besar. Akibatnya meluap ke pemukiman warga," kata Sudrajat Kamis (4/4/2019).
Sudrajat mengatakan, ketinggian air di pemukiman warga di tiga wilayah tersebut dari10 cm hingga 2 meter lebih. Sementara itu, ratusan warga mengungsi di sejumlah titik pemgungsian di Baleendah, Dayeuhkolot dan Bojongsoang.
Salah seorang warga, Bima (40) mengungkapkan jalan Banjaran-Dayeuhkolot tidak bisa dilintasi. Sehingga lebih baik pengendara motor dan mobil melintasi jalur lain seperti Rancamanyar atau Bojongsoang.
Berdasarkan pantauan, banjir merendam pemukiman di Baleendah, Bojongsoang dan Dayeuhkolot. Di jalur Banjaran menuju Dayeuhkolot, akses jalan terendam banjir termasuk di jalan Siliwangi. Termasuk di Andir-Katapang. Akibatnya kendaraan dari kedua arah tidak bisa melintas.
Warga yang hendak melintas terpaksa menggunakan delman milik warga atau perahu yang disiapkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung. Banjir diperkirakan meluas sebab beberapa tempat yang sebelumnya tidak terendam kini terkena banjir.
Pengendara motor dan mobil memilih melewati jalur jembatan Bojongsoang dan Rancamanyar. Akibatnya, terjadi penumpukan di kedua jalur tersebut dan menyebabkan kemacetan.