Akses Jalan Menuju Desa Terisolir Mulai Terbuka

Berkat bantuan alat berat dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU-PR) Kabupaten Bogor serta para pengusaha akses jalan menuju beberapa desa terisolir di Kecamatan Sukajaya mulai terbuka.

Akses Jalan Menuju Desa Terisolir Mulai Terbuka
Foto: Reza Zurifwan

INILAH, Sukajaya - Berkat bantuan alat berat dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU-PR) Kabupaten Bogor serta para pengusaha akses jalan menuju beberapa desa terisolir di Kecamatan Sukajaya mulai terbuka.

Sekda Kabupaten Bogor Burhanudin menuturkan, hasil laporan Sekcam Sukajaya menyebutkan akses jalan menuju desa terisolir dan terdampak bencana lalam banjir bandang dan longsor sudah mulai terbuka dan bisa dilewati kendaraan roda dua dan lainnya.

"Jika kemarin-kemarin akses jalan terputus di Desa Harkat Jaya. Hari ini mulai terbuka hingga hampir Desa Urug yang sebelumnya terisolir," tutur Burhanudin kepada wartawan di Mako BPBD Kabupaten Bogor di Cibinong, Selasa (7/1/2020).

Dia menambahkan, untuk mempercepat pembukaan akses jalan sejumlah alat berat akan diarahkan ke jalan menuju desa-desa terisolir seperti Desa Cisarua, Cileuksa, Pasir Madang, Kiara Sari, Urug, dan Kiara Pandak.

"Besok pagi alat berat beko akan kami arahkan menuju ke enam desa tersolir tersebut, ada yang satu desa dua alat berat beko dan juga ada yang satu desa satu alat berat beko sesuai kebutuhannya," tambahnya.

Sekcam Sukajaya Ridwan menjelaskan, dengan terbukanya akses jalan itu warga Kecamatan Sukajaya membutuhkan bantuan armada truk dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk mengangkut sampah.

"Pascabencana alam banjir bandang dan longsor, jumlah sampah baik puing-puing dan lainnya itu banyak sekali hingga kami membutuhkan bantuan armada truk sampah," jelas Ridwan.

Mantan Sekcam Kemang ini melanjutkan dengan terbukanya akses jalan, maka penyaluran bantuan logistik, obat-obatan, pakaian bekas dan lainnya pun lebih mudah dan lancar dilakukan ketimbang sebelumnya.

"Kalau kemarin untuk menyalurkan bantuan logistik, obat-obatan, pakaian bekas dan lainnya ke desa terisolir kita membutuhkan helikopter, dengan terbukanya akses jalan maka komunitas motor dan mobil offroad pun lebih mudah menembus ke desa-desa terisolir," lanjutnya. (Reza Zurifwan) 


Editor : Doni Ramdhani