Aksi damai ini tetap mendapat pengawalan ketat dari petugas satpol PP, Polsek Rumpin dan TNI AD atau Koramil setempat.
Pengunjuk rasa menuntut pembatasan jam oprasional truk tambang pasca tewasnya dua orang pelajar SMP terlindas truk tronton Rabu siang kemarin.
Dalam aksinya, masa menggelar tabur bunga dan teatrikal di depan kantor Kecamatan Rumpin sejak pukul 19.00 hingva 21.00 WIB, aksi ini sempat membuat arus lalulintas tersendat hingga membuat antrian panjang truk tambang hingga pengguna jalan lain.
Koordinator aksi Ibnu Sakti Mubarok menuturkan aksi ini sebagai refleksi bentuk solidaritas atas kejadian dua pelajar SMP yang merupakan warga Desa Sukasari yang terlindas kendaraan truk tronton atau truk khusus tambang.
"Aksi ini sebagai kekecewaan kita sebagai masyarakat Rumpin, terkait tidak efektifnya Perbup
bogor Nomer 56 tahun 2023 tentang jam oprasional truk tambang," tutur Ibnu Sakti Mubarok kepada wartawan, Jumat, 9 Agustus 2024.
Ibnu Sakti Mubarok menjelaskan, aksi damai ini bertujuan menuntut penerapan jam oprasional truk tambang di wilayah kecamatan rumpin ini bisa di laksanakan baik.
Menurutnya, penerapan jam oprasional ini sebagai komitmen pengusaha transpoter dan pengusaha tambang bisa berjalan dengan kepentingan masyarakat.
"Banyaknya kecelakaan, karena banyaknya kendaraan truk tambang yang berlalulalang di jam yang seharusnya tidak beraktifitas," jelasnya.
Akibat banyak pelanggaran, sehingga berimbas pada banyaknya korban kecelakaan lalulintas dengan truk tambang.
"Korban, dari ibu rumah tangga, para pekerja, dan anak sekolah serta para santri ini setiap tahun pasti ada," sambung Sakti sapaan akrabnya.
Sementara itu Devi korban selamat kecelakaan lalulintas dengan truk tambang pada Tahun 2020 lalu yang hingga saat ini masih cacat di baguan pinggul mengaku menjalani pengobatan di salah satu Rumah Sakit.
Bahkan, ia menggunakan kursi roda saat melakukan aksi damai bersama rekan-rekan pemuda.
Devi menuturkan, dirinya datang dalam aksi soledaritas ingin menyampaikan pesan agar tidak ada lagi korban kecelakaan dengan truk tambang seperti dua orang siswa kemarin.
"Jangan ada lagi seperti saya, kalau berkendaraan perlu hati - hati terutama bagi kendaraan besar dan bermuatan berat, sekiranya bisa pelan, ya pelan saja agar tidak ada lagi yang berduka seperti kemarin," tukas Devi. ***