Aksi Kamisan Unisba: Respon atas Isu Penataan dan Aturan Bongkar-Pasang Kantin Deret

Unisba menggelar aksi kamisan dengan mengusung isu penataan dan aturan bongkar pasang kantin deret.

Aksi Kamisan Unisba: Respon atas Isu Penataan dan Aturan Bongkar-Pasang Kantin Deret
Aksi Kamisan Unisba: Respon atas Isu Penataan dan Aturan Bongkar-Pasang Kantin Deret

INILAHKORAN.ID — Aksi Kamisan kembali digelar di area Tugu Toga Universitas Islam Bandung (Unisba) pada Kamis (08/10/2026) mulai pukul 16.00 WIB. 

Mengusung tajuk "Penggusuran Tanpa Solusi Adalah Pelanggaran HAM: Evaluasi Total Kebijakan Penataan PKL Bandung", aksi ini menjadi wadah solidaritas mahasiswa dan warga dalam merespons wacana penataan kawasan kantin deret di depan kampus Unisba.  

​Aksi tersebut dipicu oleh keresahan para pedagang terkait rencana penertiban trotoar dan pembaruan aturan berdagang dari pemerintah daerah. 

Meski belum ada surat resmi dan baru berupa imbauan lisan, para pedagang diinformasikan wajib mengubah konsep lapak menjadi sistem bongkar-pasang (membawa pulang roda dan tenda setiap hari) agar area tidak terkesan permanen.  

​Aturan baru ini dinilai memberatkan para pedagang, beberapa di antaranya telah menggantungkan mata pencaharian di kawasan tersebut sejak era 1990-an. 

Selain harus mengeluarkan biaya ekstra untuk membuat roda dan tenda baru, sistem bongkar-pasang dinilai tidak realistis secara logistik mengingat domisili pedagang yang jauh dan berada di pemukiman padat. 

Selama ini, pedagang mengaku hanya dibebani iuran operasional kebersihan dan air sebesar Rp5.000 per hari.  

​"Harapan kami tetap bisa jualan dengan tenang. Jangan disuruh bawa pulang roda setiap hari karena rumah kami jauh. Sebenarnya tenda dan tempat yang ada tinggal dirapiin dan ditata saja agar tidak kelihatan kumuh," ujar salah seorang pedagang Kantin Deret yang enggan disebutkan namanya.  

​Dalam aksi yang berlangsung hingga malam hari di kawasan Tugu Toga tersebut, massa membentangkan spanduk bertuliskan "Unisba Menolak Penggusuran". Selain orasi politik, massa aksi juga menggelar lapakan "Pasar Gratis" sebagai bentuk dukungan moral dan solidaritas ekonomi bagi masyarakat serta para pedagang setempat.


Editor : Firda Rachmawati