Demo di DPRD Jabar, Mahasiswa Unisba Pertanyakan Realisasi Tuntutan Aksi Sebelumnya
Mahasiswa Unisba kembali menggelar demo di DPRD Jabar. Mereka mempertanyakan realisasi tuntutan sebelumnya dan berencana memperkuat konsolidasi.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID – Mahasiswa Universitas Islam Bandung (Unisba) kembali menggelar demonstrasi di depan Kantor DPRD Provinsi Jawa Barat, Kota Bandung, Senin (2/11/2026). Dalam aksi tersebut, mereka mempertanyakan realisasi sejumlah tuntutan yang telah disampaikan dalam demonstrasi sebelumnya.
Presiden Mahasiswa Unisba sekaligus Koordinator Lapangan Aksi, Feri Anwar Musaddad, mengatakan mahasiswa belum melihat pembuktian konkret atas aspirasi yang selama ini disampaikan kepada pemerintah maupun anggota dewan.
Menurutnya, penerimaan aspirasi melalui forum mediasi tidak cukup apabila tidak disertai tindak lanjut yang nyata.
"Sudah berapa banyak hari ini mahasiswa-mahasiswa yang memberikan tuntutannya kepada pemerintah atau kepada dewan? Kita sering mendengar dan melihat dari kemarin-kemarin beberapa dewan menerima apa yang menjadi aspirasi dan tuntutan. Bagi kami semua itu bullshit. Maka kami menunggu pembuktian dari kawan-kawan kami yang menyampaikan tuntutan sebelumnya," kata Feri.
Dia menegaskan, demonstrasi mahasiswa Unisba kali ini bukan menjadi aksi terakhir. Sebaliknya, mahasiswa menjadikannya sebagai bagian dari upaya memperkuat gerakan dan mendorong perubahan dalam penyelenggaraan pemerintahan.
Menurut Feri, berbagai persoalan yang sebelumnya disuarakan mahasiswa masih belum terselesaikan. Karena itu, demonstrasi pada Senin (2/11/2026) menjadi kelanjutan dari gerakan mahasiswa yang telah berlangsung sebelumnya.
"Kami ingin melanjutkan, sekaligus mendorong penyelesaian dari apa yang menjadi tuntutan selama kemarin-kemarin atau lanjutan aksi kami terakhir," ucapnya.
Feri mengungkapkan, mahasiswa sebelumnya telah melakukan konsolidasi dan kajian mendalam selama kurang lebih enam hingga tujuh jam. Hasil pembahasan tersebut mengarah pada tuntutan perubahan secara menyeluruh terhadap kondisi pemerintahan saat ini.
Dia menilai, persoalan kepemimpinan menjadi salah satu aspek yang perlu dibenahi. Menurutnya, jabatan pemimpin tidak semestinya hanya dipandang sebagai pekerjaan, tetapi harus dijalankan sebagai bentuk tanggung jawab kepada masyarakat.
"Kami menuntut negara ini berevolusi. Ketika paradigma masyarakat memandang kepemimpinan sebagai suatu pekerjaan bukan tanggung jawab, maka perubahan harus dilakukan secara menyeluruh," ujar dia.
Lebih lanjut, mahasiswa berencana memperluas gerakan melalui konsolidasi dengan berbagai kelompok mahasiswa dan elemen masyarakat.
Feri menyebut, persoalan kemiskinan dan terbatasnya akses pendidikan menjadi sejumlah masalah yang perlu terus disuarakan melalui gerakan mahasiswa.
"Kami akan tetap melakukan konsolidasi terus-menerus, dan mengajak seluruh mahasiswa maupun elemen masyarakat turun ke jalan. Sebab sampai hari ini, masih banyak rakyat yang hidup dalam kemiskinan dan masih banyak masyarakat yang belum mendapatkan pendidikan," tuturnya.
Dia memastikan aksi demonstrasi akan terus berlanjut hingga tuntutan mahasiswa terpenuhi. Setelah aksi di DPRD Jabar, pihaknya akan melakukan evaluasi dan konsolidasi lanjutan untuk menentukan arah gerakan berikutnya.
Evaluasi tersebut mencakup kemungkinan perubahan tuntutan, hasil kajian, hingga pola gerakan aksi. Langkah itu dilakukan agar mahasiswa dapat menentukan strategi lanjutan dalam mengawal aspirasi yang telah disampaikan kepada pemerintah dan DPRD Jawa Barat.
"Aksi akan terus dilakukan sampai menang. Kami ingin mempersatukan seluruh mahasiswa bersama elemen masyarakat dalam satu tujuan," tegasnya.
Editor : Ahmad Sayuti

