Aksi Nekat Emak-emak Jabar Bikin Merinding, Ular Dijual demi Beli Beras
perempuan paruh baya itu terlihat dengan tenang menggenggam beberapa ekor ular hasil tangkapannya
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Sebuah video singkat yang beredar luas di media sosial menyita perhatian publik setelah menampilkan aksi nekat seorang ibu asal Jawa Barat. Dalam rekaman tersebut, perempuan paruh baya itu terlihat dengan tenang menggenggam beberapa ekor ular hasil tangkapannya dari kawasan hutan, tanpa alat pengaman apa pun.
Video yang pertama kali diunggah akun X @neVerAl0nely___ itu sontak viral dan kembali dibagikan di berbagai platform. Warganet dibuat terpana sekaligus merinding melihat bagaimana sang ibu memperlakukan hewan melata berbahaya tersebut seolah bukan ancaman bagi keselamatannya.
Dalam video, ibu tersebut berbicara menggunakan bahasa Sunda. Ia mengungkapkan bahwa ular-ular yang dibawanya bukan untuk dipelihara, melainkan akan dijual. Hasil penjualannya pun bukan untuk keperluan mewah, melainkan demi memenuhi kebutuhan paling dasar: membeli beras untuk makan sehari-hari.
“Berburu ular untuk dijual guna beli beras,” demikian keterangan yang tertulis dalam unggahan tersebut.
Aksi itu menjadi potret nyata perjuangan hidup di tengah keterbatasan ekonomi. Tanpa pilihan lain, sang ibu rela mempertaruhkan nyawa demi memastikan dapur tetap mengepul. Keberaniannya menuai julukan “Wonder Woman” versi kehidupan nyata dari sebagian warganet.
Namun di balik kekaguman, banyak pula yang mengaku miris. Video tersebut dianggap mencerminkan kerasnya realitas hidup yang memaksa seseorang melakukan pekerjaan berisiko tinggi hanya demi kebutuhan pokok.
Kolom komentar pun dipenuhi beragam respons. Sebagian netizen memuji keberanian dan keteguhan hati sang ibu, sementara yang lain mengaku sedih melihat kondisi ekonomi yang begitu menekan.
Tak sedikit pula warganet yang berharap ada perhatian dari pihak terkait agar perjuangan ekstrem seperti ini tidak lagi harus dilakukan demi sekadar membeli beras.
Editor : Firda Rachmawati

