Aktivitas Sesar Cugenang, Cianjur Diguncang Gempa Dua Hari Berturut-turut
BMKG mencatat tiga kali gempa bumi tektonik, mengguncang Kabupaten Cianjur dalam dua hari, yakni pada 17-18 Juni 2024, akibat aktivitas sesar Cugenang.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat tiga kali gempa bumi tektonik, mengguncang Kabupaten Cianjur dalam dua hari, yakni pada 17-18 Juni 2024, akibat aktivitas sesar cugenang.
gempa bumi tektonik pertama terjadi pada Senin 17 Juni 2024, pukul 18:21:53 WIB. Hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa gempa bumi ini berkekuatan 3,4 magnitudo. Episenter terletak pada koordinat 6.85 LS dan 107.07 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 8 km barat daya Kabupaten Cianjur pada kedalaman 10 km.
gempa bumi tektonik kedua terjadi Selasa 18 Juni 2024 pukul 10:43:35 WIB. Hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa gempa ini berkekuatan 2,1 magnitudo. Episenter terletak pada koordinat 6.84 LS dan 107.09 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 5 km barat daya Kabupaten Cianjur, pada kedalaman 11 km.
Serta Gempa ketiga terjadi dengan kekuatan 2.4 magnitudo, Selasa 18 Juni 2024 pukul 12:47:37 WIB. Hasil analisis BMKG menyatakan bahwa episenter terletak pada koordinat 6.84 LS - 107.10 BT atau 4 km Barat Daya Kabupaten Cianjur dengan kedalaman 6 kilometer.
Kepala BBMKG Wilayah II Tangerang, Hartanto mengatakan, gempa pada Senin kemarin, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas sesar cugenang.
Dampak gempa bumi yang digambarkan oleh peta tingkat guncangan (Shakemap) BMKG dan berdasarkan laporan dari masyarakat, gempa ini dirasakan di wilayah Kabupaten Cianjur dengan Skala Intensitas II - III MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang. Getaran dirasakan nyata dalam rumah, terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu).
"Namun hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak gempabumi tersebut," katanya melalui siaran digital.
Begitu pun dengan gempa kedua kata Hartanto, dengan memerhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi pada Selasa (18/6/2024) merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar cugenang.
Dampak gempa bumi kedua yang digambarkan oleh peta tingkat guncangan (Shakemap) BMKG dan berdasarkan laporan dari masyarakat, gempa bumi ini dirasakan di wilayah Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur dengan Skala Intensitas II MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang).
"Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," tandasnya. ***
Editor : Ahmad Sayuti

