Gempa M2,7 Guncang Bandung Raya, BMKG Ungkap Dipicu Aktivitas Sesar Aktif

Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 2,7 mengguncang wilayah Kota Bandung dan sekitarnya pada Kamis (9/7/2026) siang.

Gempa M2,7 Guncang Bandung Raya, BMKG Ungkap Dipicu Aktivitas Sesar Aktif
ilustrasi/net

INILAHKORAN.ID - Gempa Bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 2,7 mengguncang wilayah Kota Bandung dan sekitarnya pada Kamis (9/7/2026) siang. Getaran gempa dirasakan warga di sejumlah kawasan Bandung Raya, terutama di Parongpong dan Lembang, Kabupaten Bandung Barat.

Berdasarkan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada pukul 12.10.59 WIB. Episenter berada di darat pada koordinat 6,83 Lintang Selatan dan 107,65 Bujur Timur atau sekitar 9 kilometer timur laut Kota Bandung dengan kedalaman 17 kilometer.

Kepala BBMKG Wilayah II Tangerang, Hartanto menjelaskan, gempa yang terjadi termasuk kategori gempa dangkal yang dipicu aktivitas sesar aktif di sekitar wilayah Bandung.

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif setempat,” kata Hartanto dalam keterangan resminya, Kamis (9/7/2026).

Meski magnitudonya relatif kecil, gempa tersebut cukup dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah. Berdasarkan laporan yang diterima BMKG, intensitas gempa mencapai II-III MMI di Parongpong dan Lembang.

Pada skala tersebut, getaran dapat dirasakan nyata di dalam rumah dan menyerupai getaran yang ditimbulkan kendaraan berat yang melintas.

“Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu,” ujarnya.

Hingga beberapa saat setelah kejadian, belum ada laporan kerusakan bangunan maupun korban akibat gempa tersebut. Namun BMKG tetap melakukan pemantauan intensif untuk mengantisipasi perkembangan aktivitas kegempaan lanjutan.

Data monitoring BMKG hingga pukul 12.30 WIB menunjukkan adanya satu kali gempa susulan dengan Magnitudo 2,5. Aktivitas susulan tersebut menjadi indikasi masih adanya penyesuaian energi pada struktur batuan di sekitar sumber gempa.

Meski demikian, BMKG memastikan belum terdapat laporan dampak signifikan yang ditimbulkan oleh gempa utama maupun gempa susulan.

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpancing informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Warga juga diminta mengakses informasi kebencanaan hanya melalui kanal resmi BMKG guna menghindari hoaks yang kerap muncul setelah peristiwa Gempa Bumi.

“Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi,” tegas Hartanto.
B
MKG terus memantau perkembangan aktivitas seismik di wilayah Bandung Raya dan akan menyampaikan informasi terbaru apabila terjadi perkembangan lebih lanjut.***


Editor : JakaPermana