BMKG Catat 1.242 Gempa Bumi Guncang Jawa Barat Sepanjang 2025

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Bandung mencatat sebanyak 1.242 kejadian gempa bumi mengguncang wilayah Jawa Barat dan sekitarnya sepanjang tahun 2025

BMKG Catat 1.242 Gempa Bumi Guncang Jawa Barat Sepanjang 2025

INILAHKORAN.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Bandung mencatat sebanyak 1.242 kejadian gempa bumi mengguncang wilayah Jawa Barat dan sekitarnya sepanjang tahun 2025.

Kepala BMKG Stasiun Geofisika Bandung, Teguh Rahayu menjelaskan, berdasarkan kedalaman hiposenter, mayoritas gempa bumi yang terjadi merupakan gempa dangkal.

“Dari total kejadian tersebut, sebanyak 1.092 gempabumi memiliki kedalaman dangkal kurang dari 60 kilometer, 149 gempabumi berkedalaman menengah antara 60 hingga 300 kilometer, dan satu kejadian merupakan gempabumi dalam dengan kedalaman lebih dari 300 kilometer,” ujar Teguh, Jumat 2 Januari 2025.

Ia menambahkan, rentang kedalaman gempabumi yang tercatat berada pada kisaran 1 kilometer hingga 351 kilometer. Sementara itu, magnitudo gempa terbesar yang terjadi sepanjang 2025 mencapai M5,3 dan yang terkecil tercatat M1,0.

Berdasarkan lokasi pusat gempa, BMKG mencatat 629 kejadian gempabumi berpusat di laut selatan Jawa, tiga kejadian berpusat di laut utara Jawa, serta 610 gempabumi lainnya berpusat di daratan.

“Sepanjang tahun ini, terdapat 117 kejadian gempabumi yang dirasakan oleh masyarakat,” kata Teguh.

Salah satu gempabumi yang dinilai signifikan terjadi pada 20 Agustus 2025 pukul 19.54.55 WIB. Gempa berkekuatan M4,7 tersebut berpusat di koordinat 6,52 Lintang Selatan dan 107,25 Bujur Timur dengan kedalaman 10 kilometer, atau sekitar 19 kilometer tenggara Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Gempa tersebut dirasakan dengan intensitas bervariasi, yakni III–IV MMI di Bekasi, III MMI di Purwakarta, Cikarang, dan Depok, II–III MMI di Bandung, Jakarta, Tangerang Selatan, serta Bekasi Timur, dan II MMI di Tangerang, Pandeglang, Cianjur, Lebak, serta Pelabuhanratu.

Dampak gempabumi ini menyebabkan sedikitnya 70 bangunan mengalami kerusakan di wilayah Kabupaten Karawang. Berdasarkan data BPBD Karawang, kerusakan tersebut meliputi 36 rumah rusak ringan, 29 rumah rusak sedang, serta lima fasilitas umum yang terdampak.

BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak terpancing isu yang tidak jelas sumbernya, serta menghindari bangunan yang mengalami retak atau kerusakan akibat gempabumi,” pungkas Teguh.


Editor : Ahmad Sayuti