Aktor Dunia Leonardo Dicaprio Soroti Bantargebang
Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat semakin tenar usai menjadi sorotan dunia bahkan aktor kenamaan Hollywood, Leonardo Dicaprio ikut menyoroti kondisi TPST yang berlokasi di Kelurahan Ciketing Udik, Kecamatan Bantargebang itu.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bekasi, - Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat semakin tenar usai menjadi sorotan dunia bahkan aktor kenamaan Hollywood, Leonardo Dicaprio ikut menyoroti kondisi TPST yang berlokasi di Kelurahan Ciketing Udik, Kecamatan Bantargebang itu.
Dalam akun instagramnya yang dipantau di Bekasi, Rabu, aktor utama film "Titanic" itu menyebut TPST Bantargebang merupakan kawasan pembuangan akhir sampah terbesar di dunia.
"Pemulung sedang mengumpulkan plastik dari sampah rumah tangga di tempat pembuangan Bantar Gebang, Jakarta, Indonesia. Tempat ini dianggap sebagai tempat pembuangan sampah terbesar di dunia. Januari 2019." tulisnya dalam akun Instagram @leonardodicaprio.
Menanggapi sorotan Leonardo Dicaprio, Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi di Bekasi, Rabu membenarkan jika TPST Bantargebang adalah kawasan pembuangan akhir sampah terbesar di dunia.
"Ya memang terbesar di dunia, Bantargebang itu sudah lama, kalian (wartawan) belum lahir, itu sejak 1986 sudah ada," kata Rahmat Effendi.
Dia mengatakan Indonesia tertinggal dalam teknologi hingga menyebabkan kawasan TPST Bantargebang tampak terlihat seperti "gunung sampah".
"Kalau dulu sudah ada teknologi, kemungkinan tidak akan seperti itu (menumpuk layaknya gunung)," kata dia.
Meski demikian, ia menegaskan Pemerintah Kota Bekasi tengah mengupayakan semaksimal mungkin untuk meminimalisasi "gunung sampah" di TPST Bantargebang salah satunya dengan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) sejak tahun 2016 silam.
Pada Selasa (10/9) Pemkot Bekasi kembali melakukan perjanjian kerja sama (PKS) dengan tiga perusahaan swasta terkait pengelolaan sampah menjadi energi listrik.
Upaya ini dilakukan sebagai percepatan implementasi Peraturan Presiden Nomor 35 Tahun 2018 tentang Percepatan Pembangunan Instalasi Pengelola Sampah menjadi Energi Listrik Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan.
Rahmat Effendi mengatakan produksi sampah di Kota Bekasi diperkirakan sebanyak 1.800 ton per hari sedangkan tumpukan sampah di TPST juga sudah hampir melebihi kapasitas dengan ketinggian mencapai 20-30 meter dari permukaan tanah.
Setiap hari volume sampah yang masuk ke TPST mencapai 900 ton namun untuk mengurangi volume gunungan sampah di dalam TPST belum ada solusi yang berjalan.
Editor : tantan

