Anak Stunting Tak Ditanggung BPJS, RSUD Bandung Kiwari Siapkan Klinik Khusus

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mendorong penanganan stunting sejak dini melalui aplikasi Tumbuh Kiwari dan Klinik Raksa Anak di RSUD Bandung Kiwari.

Anak Stunting Tak Ditanggung BPJS, RSUD Bandung Kiwari Siapkan Klinik Khusus
Ruang Klinik Raksa Anak di RSUD Bandung Kiwari yang disiapkan bagi anak terindikasi stunting, untuk mendapatkan konsultasi gizi dan pendampingan tumbuh kembang.

INILAHKORAN.ID - Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengungkapkan, anak yang mengalami stunting tanpa penyakit penyerta tidak ditanggung BPJS Kesehatan. Untuk membantu penanganan sejak dini, RSUD Bandung Kiwari menghadirkan Klinik Raksa Anak sebagai layanan konsultasi gizi dan pendampingan bagi anak yang terindikasi stunting.

Farhan mengatakan, penanganan stunting perlu dilakukan sebelum anak mengalami masalah kesehatan yang lebih serius. Melalui program Kawal Kiwari, RSUD Bandung Kiwari menghadirkan dua layanan, yakni aplikasi Tumbuh Kiwari untuk memantau tumbuh kembang anak dan Klinik Raksa Anak sebagai fasilitas konsultasi serta pendampingan gizi.

“Kita tidak ingin mereka harus mengalami penyakit terlebih dahulu agar bisa mendapatkan penanganan. Justru sebelum muncul penyakit, kita harus melakukan pencegahan bersama-sama,” kata Farhan, Kamis (22/10/2026).

Dia menjelaskan, aplikasi Tumbuh Kiwari membantu memantau perkembangan anak sekaligus mengidentifikasi anak yang terindikasi stunting. Anak yang terindikasi stunting dapat dirujuk ke Klinik Raksa Anak meskipun tidak memiliki penyakit penyerta.

Di klinik tersebut, anak akan mendapatkan konsultasi dengan dokter gizi yang memberikan rekomendasi menu makanan sesuai kebutuhan. Pendampingan juga melibatkan ibu agar perbaikan gizi anak dapat dilakukan secara berkelanjutan di rumah.

“Pendamping akan memasukkan ibu ke dalam grup WhatsApp, sehingga perkembangan anak bisa dipantau secara daring. Dengan begitu, proses pendampingan tidak berhenti setelah konsultasi di rumah sakit, tetapi terus berlanjut melalui pemantauan secara online,” ucapnya.

Direktur RSUD Bandung Kiwari Arief Budiman mengatakan, Klinik Raksa Anak berfokus pada penanganan anak yang sudah mengalami stunting. Layanan ini melengkapi upaya pencegahan yang dijalankan melalui program Zero New Stunting oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung.

“Program yang kami buat merupakan terobosan di bagian hilir. Kalau Kepala Dinas Kesehatan memiliki inovasi Zero New Stunting, kami berfokus pada anak-anak yang sudah mengalami stunting agar bisa mendapatkan penanganan dan perbaikan gizi,” kata Arief.

Ke depan, program Kawal Kiwari diharapkan dapat diterapkan di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan di Kota Bandung. Dengan perluasan layanan tersebut, semakin banyak anak yang terindikasi stunting diharapkan memperoleh pendampingan dan penanganan sesuai kebutuhan.

Anggota Komisi IV DPRD Kota Bandung Soni Daniswara mengapresiasi peluncuran aplikasi Tumbuh Kiwari dan Klinik Raksa Anak. Menurutnya, program yang dikembangkan RSUD Bandung Kiwari tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat menangani persoalan stunting.

“Saya sangat mengapresiasi peluncuran aplikasi Tumbuh Kiwari dan Klinik Raksa Anak. Mudah-mudahan, program ini menjadi ikhtiar maksimal melalui RSUD Bandung Kiwari dan menjadi solusi bagi masyarakat yang saat ini memiliki anak terindikasi stunting,” kata Soni.


Editor : Ahmad Sayuti