Andi Arief Sentil Fahri Hamzah, Sebut-sebut AD ART Partai Gelora

Politisi Partai Demokrat Andi Arief menyindir Fahri Hamzah dengan menyebut-nyebut AD ART Partai Gelora.

Andi Arief Sentil Fahri Hamzah, Sebut-sebut AD ART Partai Gelora
Wakil Ketua Umum Partai Gelora Indonesia Fahri Hamzah. (antara)

INILAHKORAN, Bandung- Setelah menyentil Yusril Ihza Mahendra yang menjadi kuasa hukum empat eks kader Demokrat untuk melakukan judicial riview (JR) ke Mahkamah Agung (MA), kini Andi Arief menyentil Fahri Hamzah.

Komentar Andi Arief kepada wakil ketua umum Partai Gelora itu diungkapkannya di akun twitter @Andiarief__, Sabtu, 25 September 2021.

Andi mengatakan, dalam berdemokrasi perlu pengaturan yang sehat. Menurutnya putusan kongres partai adalah demokrasi itu sendiri.

"Buat Bro @Fahrihamzah , demokrasi perlu pengaturan yang sehat. Sepanjang diputuskan kongres dimana2 di dunia ini itulah demokrasi," cuit Andi.

Kader Partai Demokrat ini pun mengaku telah membaca AD/ART partai yang saat ini Fahri bagian di dalamnya, yaitu Partai Gelora.

"Saya membaca ad/art Partai Gelora, apakah bedanya organ Majelis Permusyawaratan nasional Gelora berbeda dengan majelis yang dibentuk partai lain?" tutur Andi Arief.

Baca Juga: Soal Judicial Riview AD ART Demokrat, Andi Arief Sebut Yusril Pendekar Berwatak Jahat

Diketahui, Wakil Ketua Umum Partai Gelora, Fahri Hamzah secara tegas mendukung langkas Yusril Ihza Mahendra sebaga kuasa hukum empat eks kader Partai Demokrat melakuka judicial riview (JR) ke Mahkamah Agung (MA).

JR yang dilakukan Yusril ini terkait Anggaran Dasar / Anggaran Rumah Tangga Partai Demokrat 2020 di bawah kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Dukungan yang diberikan Fahri ini disampaikannya melalui akun twitter @Fahrihamzah, Jumat, 24 September 2021.

"Saya mendukung prof @Yusrilihza_Mhd semoga bisa memberikan pencerahan sebagaimana biasanya!" cuit Fahri Hamzah.

Baca Juga: Yusril Dinilai Beri Alternatif Solusi Penanganan Covid-19

Fahri beralasan, sebagai politisi yang memiliki kepetingan untuk menjaga iklim demokrasi agar tetap baik, juga penting untuk menjaga nama baik politisi itu sendiri. Maka menurutnya demokratisasi parpoladalah jalannya.

"Kita para politisi selain berkepentingan dengan membaiknya iklim demokrasi kita, jita juga ingin nama baik kita terjaga. Maka #DemokratisasiParpol adalah jalan menuju ke sana," tulisnya. (Yosep Saepul Ramdan)


Editor : inilahkoran