INILAH, Manchester – Laga babak pertama Manchester United versus Liverpool menyita perhatian Gary Lineker. Dia menilai pertandingan ini sebagai laga yang aneh. Kenapa?
Mantan kapten tim nasional Inggris yang kini jadi komentator itu mengurai keanehan laga ini melalu akun Twitternya, @GaryLineker. "Aneh, lebih banyak pergantian ketimbang shots on target di babak pertama," kicaunya.
Dalam kicauan berikutnya, dia kemudian menambah keanehan dalam laga ini. "Pertandingan yang aneh. Sepertinya lebih banyak episode cedera pemain ketimbang pertandingan sepak bola," katanya.
Seorang followernya, @RogueBaboon57 menjawab Lineker dengan sebuah pertandingan. "Pernahkah hal seperti ini terjadi sebelumnya? Sebuah tim menghabiskan tiga pergantian karena cedera sebelum babak pertama? Empat pergantian secara total?" kicaunya sambil menyebut ini akan jadi ujian karakter bagi Manchester United.
Pemilik akun @omedogs membalas pertanyaannya dengan ragu-ragu. "Saya sempat baca di mana, Burnley vs Newcastle pada 2015. Tapi tak yakin apakah itu karena cedera," tulisnya.
Pelatih Ole Gunnar Solskjaer sudah harus menarik keluar Ander Herrera di menit ke-21. Dua menit sebelumnya, gelandang Spanyol itu mendapat perawatan karena cedera. Dia kemudian digantikan Andreas Perreira.
Nasib sial dialami terus berlanjut bagi Manchester United, empat menit kemudian. Kali ini giliran Juan Mata yang terpaksa ditarik keluar lapangan. Seperti Herrera, Mata pun mengalami cedera. Jesse Lingard yang belum sepenuhnya fit dipaksa Ole Gunnar Solskjaer masuk lapangan.
Perjudian Ole Gunnar Solskjaer kali ini berbuah buruk. Lindgard hanya bertahan 18 menit di lapangan. Dia mengalami cedera cukup serius dan tak mampu melanjutkan pertandingan. Alexis Sanchez masuk menggantikannya.
Sementara di kubu Liverpool, pelatih Jurgen Klopp relatif cukup tenang. Dia memang terpaksa menarik Firmino di menit ke-31. Persoalannya pun serupa, striker Brasil itu mengalami cedera. Dia digantikan Daniel Sturridge. Tapi, Klopp masih mungkin melakukan dua pergantian di babak kedua, sementara kesempatan bagi Solskjaer sudah habis.
Di lapangan, kedua kubu tak mampu menghadirkan peluang matang sepanjang babak pertama. Sulit bagi kedua penyerang di masing-masing klub menembus hingga ke titik krusial untuk mendapatkan ruang tembak mengancam gawang lawan.