Anggaran PIK Menyusut, Kecamatan Weru Kabupaten Cirebon Berpacu dengan Prioritas Pembangunan
Harapan pembangunan di Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon menghadapi ujian berat. Kini, alokasi Pagu Indikatif Kewilayahan (PIK) untuk kecamatan ini mengalami pemangkasan signifikan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Harapan pembangunan di Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon menghadapi ujian berat. Kini, alokasi Pagu Indikatif Kewilayahan (PIK) untuk kecamatan ini mengalami pemangkasan signifikan.
Camat Weru Hevazi Aldahary mengatakan, dari nilai anggaran PIK awal sebesar Rp1,4 miliar menjadi Rp1 miliar. Penurunan ini berpotensi memperlambat laju pembangunan di tingkat wilayah paling dekat dengan masyarakat.
"Dalam forum itu, berbagai usulan pembangunan dipaparkan, namun harus berhadapan dengan kenyataan keterbatasan anggaran. Dengan anggaran yang menurun, mau tidak mau kami harus lebih selektif menentukan skala prioritas,” ujar Hevazi usai pelaksanaan Pra Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Weru, Minggu 25 Januari 2026.
Ia menjelaskan, pemangkasan PIK berdampak langsung pada perencanaan pembangunan. Terutama, pada sektor-sektor krusial seperti infrastruktur jalan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta pengembangan kebudayaan. Ketiganya tetap menjadi fokus utama, meski ruang fiskal semakin sempit.
"Dari total anggaran Rp1 miliar yang tersedia, sekitar Rp700 juta dialokasikan untuk pembangunan dan perbaikan infrastruktur jalan. Sisanya digunakan untuk program pemberdayaan masyarakat dan kebutuhan sektor lainnya," Aku Hevazi.
Namun, angka tersebut dinilai belum ideal. Menurut Hevazi, masih banyak ruas jalan di wilayah Kecamatan Weru yang kondisinya rusak dan membutuhkan penanganan segera demi menunjang aktivitas ekonomi dan mobilitas warga.
"Kami menyadari, dengan anggaran ini belum semua kebutuhan bisa terakomodasi. Tapi kami juga memahami kondisi fiskal pemerintah daerah saat ini," akunya.
Selain perbaikan jalan, anggaran PIK juga diarahkan untuk penanganan banjir di sejumlah desa rawan. Dantaranya Desa Weru Kidul, Megu Cilik dan Desa Tegalwangi. Penanganan banjir dinilai penting karena berdampak langsung terhadap keselamatan warga dan produktivitas masyarakat.
Meski dihadapkan pada keterbatasan, Hevazi menegaskan semangat pelayanan tidak boleh surut. Pemerintahan kecamatan, tetap berkomitmen menjalankan tugas sebaik mungkin demi kepentingan masyarakat. Ke depan dia berharap alokasi PIK untuk Kecamatan Weru dapat kembali ditingkatkan. Dengan dukungan anggaran yang lebih memadai, program pembangunan diyakini dapat berjalan lebih optimal, merata, dan menyentuh kebutuhan riil masyarakat.
"Walaupun anggarannya terbatas, itu tidak menyurutkan semangat kami untuk terus bekerja dan memberikan pelayanan terbaik," tukasnya.
Editor : Doni Ramdhani

