Anggaran Rektor Asing Direncanakan Masuk Pos LPDP
Rencana pemerintah pusat mendatangkan rektor asing sepertinya akan menjadi kenyataan. Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengatakan saat ini pemerintah tengah menggodok regulasi untuk mewujudkan wacana itu.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Semarang - Rencana pemerintah pusat mendatangkan rektor asing sepertinya akan menjadi kenyataan. Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengatakan saat ini pemerintah tengah menggodok regulasi untuk mewujudkan wacana itu.
Nasir menjelaskan, pemerintah akan merevisi regulasi mulai dari Peraturan Pemerintah sampai Peraturan Menristekdikti terutama yang berkaitan dengan tata cara pemilihan rektor terutama di Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH).
Dia beralasan, revisi regulasi yang baru sebatas pada tata cara pemilihan rektor PTNBH karena penerapan rektor asing belum akan dilakukan secara serentak.
Menurutnya, rencana ini hanya diterapkan di dua hingga lima PTNBH terlebih dahulu. Sedangkan terkait pendanaan untuk membayar gaji, Nasir mengusulkan untuk didanai pemerintah.
"Untuk anggaran bagaimana caranya dari pemerintah pusat, sehingga tidak mengganggu anggaran kampus. Pemerintah berencana akan menggunakan anggaran Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP)," kata Nasir di Semarang, Senin (22/7/2019).
Nasir menegaskan rencana pemerintah pusat mendatangkan rektor asing bertujuan agar semakin memperkuat daya saing perguruan tinggi Indonesia di tingkat dunia. Pasalnya, saat ini dari 4.700 perguruan tinggi yang ada di Indonesia itu hanya tiga kampus yang mampu bersaing di tingkat dunia.
Dia menyebutkan banyak negara yang telah berhasil meningkatkan daya saing di tingkat dunia dengan menempatkan rektor asing di pucuk pimpinan perguruan tinggi seperti Singapura, Taiwan, dan Arab Saudi.
"Selama ini Indonesia hanya bangga di negeri sendiri tapi setelah saya pelajari ternyata tidak mampu bersaing di tingkat dunia," pungkasnya. (Daulat F Yanuar)
Editor : Doni Ramdhani

