Anggarkan Rp30 Miliar, Pasar Patrol Segera Direvitalisasi
PT Almira Bilqis Rizkia menggelontorkan Rp30 miliar untuk merevitalisasi Pasar Patrol yang ada di Kutawaringin Kabupaten Bandung pasca dibeii
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN,Soreang - Pasar Patrol Desa Jelegong, Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung akan direvitalisasi dengan nilai investasi Rp30 miliar.
Nantinya, Pasar Patrol yang berstatus milik swasta itu akan direvitalisasi dan dibangun dua lantai dengan penataan yang modern dan sehat.
Dirut PT Almira Bilqis Rizkia, Yosep Setiawan, mengatakan pasca dirinya membeli lahan Pasar Patrol direncanakan akan direvitalisasi tahun ini. Pasar yang semula hanya bisa menampung sekitar 216-an kios atau pedagang,nantinya bisa menampung lebih dari 400 an pedagang/kios.
"Rencananya akan kami bangun tahun ini. Setelah seluruh administrasi selesai.Akan menjadikan pasar lebih bagus, dan meningkatkan ekonomi pedagang. Kalau pasarnya nyaman, pembeli juga akan banyak yang datang sehingga dapat meningkatkan pendapatan pedagang. Nilai investasinya diperkirakan mencapai Rp 30 miliar," kata Yosep, Selasa 30 Juli 2024.
Dia mengatakan pasar tersebut akan dibangun dua lantai dengan konsep tradisional namun pengelolaan moderen, sehingga akan lebih bersih dan nyaman. Para pedagang, bisa memiliki kios dan lapak dengan membeli secara tunai maupun kredit.
Dikatakan Yosep, meskipun berstatus pasar swasta, namun pihaknya tetap akan memberikan prioritas utama kepada para pedagang eksisting, bahkan akan diberikan tempat relokasi sementara.
"Pedagang eksisting akan kami prioritaskan. Bukan hanya yang di dalam, tetapi termasuk yang kaki lima. Totalnya ada 416 pedagang. Pembelian bisa tunai atau kredit kerjasama dengan perbankan," ujarnya.
Yosep mengakui jika saat ini masih terdapat kendala yakni penolakan dari paguyuban pedagang. Namun hal tersebut tidak menyurutkan pihaknya untuk membangun pasar yang telah menjadi milik perusahaannya.
"Memang masih ada polemik, yakni adanya tuduhan saya melakukan gratifikasi kepasa Kades. Itu fitnah dan tidak ada gratifikasi. Kami akan selesaikan permasalahan ini dengan pedagang, kalau sudah selesai baru akan mulai pembangunan," katanya. ***
Editor : Ahmad Sayuti

