Anggota MPR Ini Cerdaskan Rakyat Pentingnya Partisipasi Warga dalam Demokrasi

Anggota MPR RI dari Partai NasDem Asep Wahyuwijaya  mengatakan bahwa kehidupan demokrasi harus diisi dengan partisipasi yang nyata dari setiap warga. 

Anggota MPR Ini Cerdaskan Rakyat Pentingnya Partisipasi Warga dalam Demokrasi
Anggota MPR RI dari Partai NasDem Asep Wahyuwijaya  mengatakan bahwa kehidupan demokrasi harus diisi dengan partisipasi yang nyata dari setiap warga. 

INILAHKORAN, Bogor - anggota MPR RI dari Partai NasDem Asep Wahyuwijaya  mengatakan bahwa kehidupan demokrasi harus diisi dengan partisipasi yang nyata dari setiap warga. 

Asep Wahyuwijaya pun menyampaikan bahwa substansi demokrasi itu untuk menciptakan suasana kehidupan warga yang saling menghormati, saling memberi dan menerima, serta saling bekerjasama demi kepentingan bersama. 

Pernyataan ini ia sampaikan saat dirinya melakukan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Gedung RA Al–Fauziah, Desa Mekarsari, Rancabungur, Kabupaten Bogor.

"Perjalanan demokrasi di Indonesia telah mengalami pasang surut dan terus berkembang seiring dengan dinamika ketatanegaraan yang terjadi. Meskipun demikian, sila ke-4 yang berbunyi: Kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam permusyawaratan atau perwakilan, tetap merupakan ruh dari demokrasi di Indonesia," kata Asep Wahyuwijaya kepada wartawan, Minggu, 29 Juni 2025

Ia menegaskan, bahwa demokrasi sejati tidak hanya berbicara tentang bagaimana tata kelola pemerintahan harus berjalan dan dilaksanakan, tetapi juga berbicara tentang bagaimana rakyat harus mendapat ruang dan panggung dalam setiap proses musyawarah dalam pengambilan keputusan.

Politisi yang akrab disapa Kang AW ini berharap demokrasi di Indonesia terus bertumbuh menjadi sistem beradab, adil, inklusif dan beretika. 

"Rakyat  mestinya tidak boleh hanya menjadi objek kebijakan, tetapi benar-benar menjadi subjek yang memiliki ruang dan peran dalam pengambilan keputusan publik,“ harap salah seorang Ketua DPP Partai NasDem tersebut.

Ia pun meminta, eemokrasi jangan ditafsirkan hanya membuka ruang partisipasi warga pada saat menjelang pemilu saja, tetapi secara faktual harus terus dirawat dengan cara melibatkan rakyat dalam setiap momentum pengambilan kebijakan, seperti pada saat rapat RT, dusun, desa atau pada saat anggota dewan melakukan reses.

Sejumlah guru RA Al–Fauziah Firmansyah, menyampaikan apresiasi terhadap sikap terbuka yang dilakukan Kang AW yang tidak hanya memberikan ceramah tetapi mendengarkan masukan langsung dari warga. 

"Bahwa pendekatan seperti yang dilakukan Kang AW membuat nilai Pancasila "hidup" kembali dengan realita masyarakat. Selain itu, terinspirasi oleh pemikirannya, ia pun siap mengambil peran lebih aktif, termasuk ikut dalam musyawarah desa," ucap Firmansyah.

Kehadiran Asep Wahyuwijaya pun diungkapkan, tidak hanya sekedar menjadi forum penyuluhan tetapi menjadi instrumen strategis yang memberikan kesadaran kepada seluruh warga untuk semakin memahami pentingnya kedudukan mereka dalam setiap ajang pengambilan keputusan publik. 

"Model sosialisasi seperti ini menegaskan bahwa demokrasi Pancasila baru akan tumbuh sehat ketika memiliki struktur dialog terbuka, serta menumbuhkan semangat untuk lebih berperan dalam ruang demokrasi," tukasnya. ***


Editor : JakaPermana