INILAHKORAN, Bogor - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor membuka kembali posko logistik penangan Covid-19 yang dipusatkan di Gedung Wanita di Jalan Jendral Sudirman, Kecamatan Bogor Tengah pada Jum'at (28/1/2022) siang. Persediaan logistik untuk Covid-19 Kota Bogor langsung diisi oleh penggalangan dana Sekolah Menengah Pertama (SMP) SeKota Bogor.
Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim mengatakan, aktivasi posko penanganan Covid-19 Kota Bogor dilakukan mengingat saat ini penambahan kasus harian Covid-19 di Kota Bogor terus meningkat.
"Kami aktifkan kembali posko penanganan Covid-19 sebagai langkah awal antisipasi dan penanganan jika terjadi lonjakan kasus. Alhamdulillah pertama dibuka kami langsung mendapat bantuan dari SMP SeKota Bogor melalui Disdik Kota Bogor sebanyak 250 paket," ungkap Dedie kepada INILAH pada Jum'at (28/1/2022) sore.
Dedie melanjutkan, Forkopimda Kota Bogor hari Senin (21/1/2022) lalu merekomendasikan bahwa posko menjadi salah satu simbol dari pemkot siap memgahdapi omricon. Diposkonya akan diprioritaskan, pertama kesediaan sembako kepada mereka yang sedang melakukan isolasi mandiri di kediaman masing-masing dan nantinya dikoordinasikan oleh wilayah dan Polresta Bogor Kota.
"Kedua posko ini nantinya akan mencoba untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan kedaruratan seperti oksigen, APD, peti jenazah, masker, handsanitizer dan juga disinfektan. Kami harus mengantisipasi apabila terjadi hal-gal yang kami tidak inginkan, kenapa harus kita persiapkan?, Karena indikasinya sudah terjadi peningkatan kasus lebih dari 50 perhari sementara nasionalnya 8 ribu," tuturnya.
Dedie menambahkan, yang diaktivasi kedua adalah RS perpanjangan dari RSUD, disiapkan dokter, tenaga kesehatan (nakes), ruang isolasi bertekanan negatif termasuk oksigen, jadi itu simbol persiapan pemkot menhadapai omricon yg semakin hari semakin menghawatirkan.
"Ketiga, kami akan intensifkan lagi tenting, trecing dan tritmen, karena sudah banyak yang disisolasi maka dari puskesmas apabila ada yang Isoman tentu harus melakukan pemantauan ke rumah yang melakukan Isoman," tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor, Hanafi mengatakan, awanya pihaknya konsolidasi dengan Kepala Sekolah (Kepsek) SMP negeri dan swasta, inisiatif ini dari para guru bahwa harus ada rasa empati kepada warga yang beberapa waktu lalu terjadi bencana alam di Semeru. Ini diajarkan agar anak-anak berempati, akhirnya terkumpul lah uang dengan waktu singkat sebesar Rp200 juta. Sehingga diputuskan Rp150 juta diantarkan ke Semeru, Lumajang dengan bekoordinasi dengan Dinas Sosial (Dinsos) supaya Kota Bogor memberi bantuan itu terinpentarisir, mekanisme pemberiannya terserah mau diantar atau transfer.
"Kemudian kami antar kesana dan kondisi Lumajang sangan memprihatinkan, terutama di kaki gunung, radios 11 kilometer sudah dikosongkan penduduk di evakuasi ke sekolah-sekolah yang ada. Sementara anak-anak sekolahnya di tenda, dari Rp200 juta itu kami sepakati Rp150 untuk lumajang dan Rp50 juta untuk warga Kota Bogor, kondisi saat ini dengan adanya omicron mungkin langkah-langkah Pemkot Bogor untuk mengantispasi memerlukan akomodasi dan logistik," ungkap Hanafi.
Hanafi membeberkan, sehingga pihaknya sepakati serahkan ke Dinsos dalam bentuk sembako sebanyak 250 paket senilai Rp25 juta dan Rp25 juta diserahkan ke Dinsos untuk masyarakat kurang mampu.
"Bentuknya terserah Dinsos, kami serahkan uangnya ke Dinsos untuk prioritas mereka," pungkasnya.***