Antisipasi adanya PSU dan PSL, KPU Kota Cimahi Bakal Lakukan Evaluasi saat Distribusi Logistik Pilkada Serentak 2024
Adanya Pemungutan Suara Ulang (PSU) dan Pemungutan Suara Lanjutan (PSL) yang sempat terjadi pada Pemilu 14 Februari 2024 lalu menjadi bahan evaluasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Cimahi jelang pendistribusian logistik Pilwalkot Cimahi pada 27 November 2024 mendatang.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cimahi - Adanya Pemungutan Suara Ulang (PSU) dan Pemungutan Suara Lanjutan (PSL) yang sempat terjadi pada Pemilu 14 Februari 2024 lalu menjadi bahan evaluasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Cimahi jelang pendistribusian logistik Pilwalkot Cimahi pada 27 November 2024 mendatang.
Seperti diketahui, sebanyak empat TPS di Kelurahan Utama Kota Cimahi yang terpaksa harus melaksanakan PSU dan PSL lantaran adanya surat suara yang tertukar antara daerah pemilihan (dapil) dan tidak adanya hilangnya surat suara Presiden.
Di TPS 5, 6 dan 7, PSU dilaksanakan lantaran surat suara Pileg DPRD Kota dapil 1 tertukar dengan dapil 4. Sedangkan di TPS 60, PSL dilakukan lantaran surat suara presiden tidak ada dalam kotak.
"Soal distribusi logistik tentu kami akan melakukan evaluasi berkaca pada Pemilu 2024 kemarin," kata Ketua KPU Kota Cimahi, Anzhar Ishal Afryand, Minggu 4 Juli 2024.
Anzhar menyebut, human error itu bisa terjadi lantaran ada lima surat suara pada Pemilu 2024 kemarin. Namun, pada Pilkada serentak 2024 ini pihaknya berharap kesalahan dalam pendistribusian logistik bisa diminimalisir mengingat hanya ada dua jenis surat untuk dicoblos pada 27 November mendatang.
"Kami berharap pada pendistribusian logistik kawan-kawan bisa lebih intensif lagi melakukan pengawasan dari mulai proses sortir lipat (sorlip) hingga pendistribusian," sebutnya.
Tak hanya itu, pihaknya juga berharap adanya bantuan dari pemerintah untuk ikut serta mengawal serta mempermudah akses pendistribusian.
"Karena kalau proses distribusi ini hanya kami yang melaksanakan tentu saya rasa akan kerepotan juga," ujarnya.
Misalnya, sebut Anzhar ada dukungan-dukungan seperti penyiapan tempat untuk penyimpanan sementara sebelum di distribusikan ke TPS yang diharapkan tersedia.
"Harapannya juga kami bisa mencari tempat-tempat yang representatif untuk penyimpanan kotak atau tempat rekapitulasi," sebutnya.
Ditanya terkait pemetaan TPS, Anzhar mengakui sejauh ini belum melakukan langkah tersebut mengingat adanya penurunan jumlah TPS.
"Saat Pemilu 2024, TPS itu sebanyak 1.560 dan pada Pilkada serentak 2024 berkurang menjadi 816 TPS," sebutnya.
Kendati demikian, sambung Anzhar, ada kemungkinan perubahan jumlah TPS seiring dengan dilaksanakannya proses pencocokan dan penelitian (coklit) di wilayah Kota Cimahi.
"Apakah bertambah atau berkurang mungkin nanti tergantung data pemilih sementara (DPS)," ujarnya.
"Ada kemungkinan menambah tiga atau lima TPS di tiap kecamatan," sebutnya.*** (agus satia negara)
Editor : Ahmad Sayuti
