Antisipasi Kerawanan Pangan Karena El Nino, DKPP KBB Bakal Tambah Cadangan Pangan Hingga 8 Ton

Kepala DKPP Bandung Barat Lukmanul Hakim mengatakan, cadangan pangan di gudang Bulog yang dimiliki Pemda KBB ada 10 ton.

Antisipasi Kerawanan Pangan Karena El Nino, DKPP KBB Bakal Tambah Cadangan Pangan Hingga 8 Ton

INILAHKORAN, Ngamprah - Guna mengantisipasi kerawanan pangan sebagai dampak dari kemarau panjang disebabkan El Nino, Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bandung Barat (KBB) bakal menambah cadangan pangan daerah yang disimpan di Bulog.

Kepala DKPP Bandung Barat Lukmanul Hakim mengatakan, cadangan pangan di gudang Bulog yang dimiliki Pemda KBB ada 10 ton.

"Namun, kemarin sudah terpakai di Saguling sebanyak 3,5 ton," katanya, Rabu 14 Juni 2023.

Kendati demikian, guna mengantisipasi kerawanan pangan akibat El Nino pada Agustus 2023, pihaknya bakal menambah cadangan pangan sekitar 8 ton.

"Jadi kalau nanti ada warga kekurangan beras bisa diakses," ujarnya.

Lukman menjelaskan, jumlah penambahan cadangan pangan daerah tak begitu besar lantaran ketersediaan anggaran terbatas.

Oleh karena itu, pihaknya berharap Kementerian Pertanian dan Pemprov Jabar ikut andil mengalokasikan dana guna mencegah kerawanan pangan.  

"Kita harap Pemprov Jabar dan pusat ikut mencari solusi guna menekan angka kerugian terhadap petani dan kerawanan pangan. Apalagi pusat punya dukungan anggaran lebih besar," jelasnya.

Dengan adanya fenomena kemarau panjang seperti ini, terang Lukman, DKPP ke depan bakal mengembangkan teknologi pertanian berupa pembuatan green house agar petani tetap produksi meski terjadi anomali cuaca.

"Pada 2024 kita berencana akan memakai bantuan teknologi untuk melakukan rekayasa suhu dengan green house dan bantuan teknologi informasi," terangnya.

Sebelumnya, 1.299 hektar sawah di KBB berpotensi mengalami kekeringan akibat perubahan iklim El Nino.

Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian mencatat ribuan hektar sawah tersebut tersebar di 49 desa dari 6 kecamatan meliputi Sindangkerta, Saguling, Cipongkor, Cipatat, Cihampelas, dan Batujajar.

Dari ribuan hektar lahan yang terdata, Desa Girimukti dan Cipangeran di Kecamatan Saguling menjadi dua desa dengan sebaran potensi kekeringan lahan pertanian paling besar.

Potensi luas kekeringan sawah di Girimukti mencapai 130 hektar. Sedangkan di Cipangeran mencapai 200 hektar. Di luar dua desa itu, potensi luas kekeringan masih dibawah 100 hektar. *** (agus satia negara)


Editor : Ahmad Sayuti