Apresiasi Perjuangan Pahlawan Kesehatan, Masyarakat Diminta Patuhi Prokes

Nakes adalah salah satu profesi yang banyak dibutuhkan di saat pandemi. Selain dituntut waktu dan energi, pekerjaan ini juga punya risiko.

Apresiasi Perjuangan Pahlawan Kesehatan, Masyarakat Diminta Patuhi Prokes
Tangkapan layar Dialog Produktif Media Center Forum Merdeka Barat 9 (FMB 9) - KPCPEN, Rabu 10 November 2021.

INILAHKORAN, Bandung - Tenaga kesehatan (Nakes) adalah salah satu profesi yang banyak dibutuhkan di saat pandemi. Selain dituntut waktu dan energi, pekerjaan ini juga punya risiko besar terpapar langsung dengan virus Covid-19.

Tidak sedikit Nakes yang berpulang di masa pandemi, demi menyelamatkan banyak nyawa lainnya. Karena itu, layak jika dikatakan tenaga kesehatan sebagai pahlawan pandemi Covid-19. Perjuangan dan dedikasinya perlu diapresiasi.

Dalam Dialog Produktif Media Center Forum Merdeka Barat 9 (FMB 9) - KPCPEN, Rabu 10 November 2021, Kepala Pusat Peningkatan Mutu Sumber Daya Manusia (SDM) Kesehatan Badan Pengembangan dan Pemberdayaan SDM (PPSDM) Kesehatan, Diono Susilo menyatakan, pahlawan selama ini identik dengan militer, tapi ternyata Nakes juga menjadi pahlawan di masa pandemi.

Baca Juga: Monumen Perjuangan Pahlawan Pandemi Covid Jabar Ukir 291 Nama Nakes dan ASN yang Gugur

“Pemerintah juga melihat para Nakes memberikan yang terbaik meski nyawa sendiri dalam ancaman,” tuturnya.

Kepada para pahlawan ini, ujarnya, apresiasi diberikan pemerintah diantaranya berupa tanda kehormatan, peluang beasiswa maupun dukungan finansial seperti dalam bentuk santunan kematian bagi mereka yang gugur dalam bertugas pelayanan Covid-19, serta insentif.

Pada awal masa pandemi, katanya, banyak Nakes yang gugur disebabkan faktor ketidaktahuan, di mana masyarakat sering kurang jujur terkait gejala yang dialami atau kontak eratnya. Akibatnya Nakes ikut terpapar.

Selain itu juga faktor lokasi pekerjaan dan kelelahan. Seiring waktu, situasi lebih terjaga sehingga Diono berharap dengan pembelajaran tersebut, risiko gugurnya Nakes karena bertugas dapat ditekan sekecil mungkin.

Baca Juga: Sambut Hari Pahlawan, KAI Beri Voucher Gratis untuk Guru, Nakes, dan Veteran Naik KA Jarak Jauh

Saat ini, meski pandemi telah melandai berkat kerja sama semua elemen, Diono menyebutkan pihaknya terus berupaya mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada.

“Prokes adalah kunci keselamatan kita semua. Kalau kita sehat, ekonomi juga sehat,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Persatuan Perawat Nasional Harif Fadhillah menyatakan seharusnya dalam masa pandemi ini semua pihak dapat saling merawat. Perawat memberikan perawatan kesehatan kepada masyarakat sesuai kompetensinya, sedangkan masyarakat juga merawat motivasi sehingga semua dapat bertahan melawan pandemi.

Baca Juga: Telkomsel-Rumah Zakat Donasikan Bantuan Nakes dan Pemulasaraan Jenazah Covid-19

Ia menuturkan, pengalaman paling mendalam dalam tugas pelayanan Covid-19 adalah ketika harus merawat teman sejawat yang kritis hingga berhasil sembuh. Menurutnya, dalam bertugas, kekuatan team work sangat membantu guna saling membangkitkan semangat.
Relawan juga dapat berperan menyampaikan pesan pentingnya prokes.

“Dan relawan dapat berperan sebagai agen untuk mengingatkan kembali kepada masyarakat bahwa Covid-19 memang betul ada,” tuturnya.***(doni ramdhani)


Editor : inilahkoran