Armada Rusak, Sampah Menumpuk di Pasar Atlas Baru

Pasar Atas Baru yang merupakan sentra ekonomi di wilayah Cimahi menjadi salah satu titik penghasil sampah terbanyak.  Itu lantaran kurang optimalnya pengangkutan oleh dinas terkait.

Armada Rusak, Sampah Menumpuk di Pasar Atlas Baru
Ilustrasi
INILAH, Cimahi- Pasar Atas Baru yang merupakan sentra ekonomi di wilayah Cimahi menjadi salah satu titik penghasil sampah terbanyak.  Itu lantaran kurang optimalnya pengangkutan oleh dinas terkait.
 
Kepala DLH Cimahi M Ronny mengakui  penumpukan terjadi sebab dalam beberapa hari pengangkutan kurang optimal. Ini karena ada beberapa armada sampah operasional milik Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kebersihan pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cimahi rusak. 
 
"Jadi ada empat armada yang rusak, dua memang udah uzur dari 2002, sisanya hidroliknya rusak waktu truk terpeleset di Sarumukti. Jadi landasan TPS gak kokoh sehingga ban tergelincir. Saat mau ngangkat, saat mau ngangkat rusak," katanya.
 
Ronny menyebutkan, adanya kerusakan armada itu otomatis berdampak terhadap pengangkutan sampah dari Kota Cimahi ke TPAS Sarimukti.
 
Sebab, jumlah yang awalnya rutin mengangkut sampah sebanyak 35 unit, berkurang menjadi 31 unit. "Jangankan empat, satu unit yang rusak aja berpengaruh," katanya.
 
Solusinya, lanjut Ronny, pihaknya harus mengatur ulang jadwal pengiriman sampah. Seperti pengangkutan sampah hingga malam. 
 
"Sekarang nambah ritase sekarang. 50 rit per hari. Ada juga armada yang sampe malam. Jadi sopir itu nginep di Sarimukti nunggu dibuka TPS baru diturunkan sampahnya," jelasnya.
 
Dengan adanya penambahan jam kerja itu, jelas ada penambahan biaya operasional pengangkatan sampah. Seperti untuk membayar upah sopir dan kondektur serta pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM).
 
Secara keseluruhan, ungkap Ronny, volume sampah yang dihasilkan dari warga Kota Cimahi mencapai 300 ton. Tapi, yang baru terangkut ke TPAS Sarimukti per harinya hanya sekitar 200 ton.
 
"Artinya, ada sekitar 100 ton yang belum terkelola (terangkut). Target tahun sekarang pelayanan sampah itu sudah terangkut 90 persen," ujarnya.


Editor : inilahkoran