Arus Lalu Lintas Kota Bandung Masih Padat, Polisi Terapkan Rekayasa Situasional
Arus lalu lintas Kota Bandung masih padat meski libur Tahun Baru usai. Polisi menerapkan rekayasa lalu lintas situasional untuk mengurai kemacetan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Arus lalu lintas di sejumlah ruas utama Kota Bandung masih terpantau padat meski libur Tahun Baru telah berakhir. Kepadatan terlihat terutama di kawasan pusat kota, persimpangan lampu lalu lintas, serta jalur menuju pusat perbelanjaan dan lokasi wisata.
Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Hendra Rochmawan mengatakan, tingginya volume kendaraan dipengaruhi banyaknya wisatawan dari luar daerah yang masih memilih berlibur dan menginap di Bandung.
“Bandung menjadi pusat berbagai aktivitas, mulai dari pertokoan, pusat perbelanjaan, kawasan wisata hingga penginapan. Saat ini masih banyak pengunjung dari luar kota yang bertahan di Bandung,” ujar Hendra, Sabtu (3/1/2026).
Dia menambahkan, tingkat hunian hotel di Kota Bandung masih berada di atas 60 persen dan diperkirakan bertahan hingga akhir pekan. Kondisi tersebut berdampak langsung pada kepadatan lalu lintas di dalam kota.
Arus Kendaraan Diprediksi Berimbang
Menurut Hendra, pergerakan kendaraan saat ini relatif berimbang. Sejak Jumat (2/1/2026), arus kendaraan menuju Jakarta mulai mengalami peningkatan. Sementara itu, arus kendaraan dari Bandung menuju luar daerah juga diperkirakan kembali meningkat dalam beberapa hari ke depan.
Situasi ini membuat kepolisian terus memantau pergerakan arus lalu lintas di sejumlah titik rawan kepadatan.
Rekayasa Lalu Lintas Diterapkan Situasional
Guna mengantisipasi kemacetan, kepolisian menerapkan rekayasa lalu lintas secara situasional, terutama di jalur wisata Ciwidey yang masih menjadi tujuan favorit wisatawan.
Rekayasa yang dilakukan antara lain dengan memberlakukan sistem satu arah atau one way pada jam-jam tertentu dengan durasi terbatas.
“Kami menerapkan one way secara terbatas, sekitar 20 hingga 30 menit. Cara ini dinilai efektif agar pengguna jalan tidak terlalu lama tertahan dan tidak menimbulkan keresahan,” jelas Hendra.
Lembang dan Tol Masih Gunakan Contraflow
Sementara itu, di kawasan Lembang dan ruas jalan tol, kepolisian belum memberlakukan sistem one way. Pengaturan lalu lintas masih dilakukan melalui sistem contraflow dengan membuka satu hingga dua lajur tambahan.
Menurut kepolisian, skema tersebut masih efektif untuk mengurai kepadatan kendaraan di wilayah tersebut. ***
Editor : Gin gin T Ginulur

